Masih ada Asa dan Harapan


Hujan memang terkadang menjadi teman terbaik dalam menemani setiap perenungan kita. Turun, terjun bebas tanpa beban dan banyak pula memberikan kabar baik pertanda rejeki akan datang bagi yang bersyukur atau malah menjadi kufur bagi yang menggubris kedatangannya. Karena dianggap bencana ataupun penyebab gundah gulana.
Ya, biarkanlah ia berkreasi dengan penuh warna. Memberikan semua suka cita untuk yang merasa membutuhkan akan setiap momen yang bermakna. Karena hadirnya, indah dunia.
..
Semut malam begitu liar berkeliaran, begitu setia memberikan inspirasi agar kita bisa hidup tepa selira. Tanpa memandang semua hal dengan sebelah mata ataupun hanya sekilas satu warna. Karena, jika melihat situasi saat ini yang serba kacau dan merana. Karena perbedaan seakan menjadi beban, beban untuk tumbuh berkembang menjadi maju, beban untuk menjadi lebih humanis dan beban-beban lain yang menyengsarakan. Biarlah beban-beban itu menjadi bebannya sendiri.
Ia rela untuk LEMBUR memberikan makna dan manfaat, agar rakyatnya bisa tercukupi semua kebutuhan logistik dan lahiriahnya. Sangat berbeda dengan manusia zaman sekarang yang enggan memikirkan orang lain, HANYA memikirkan sekitaran PERUTnya. Tak peduli dengan keadaan sesama saudaranya yang bertebaran dengan perut laparnya. Pengaruh liberal, sekuler ataupun vickinisasi? Tak tahulah, mengapa demikian.
..
Di sudut sempit, 9 meter persegi yang sumpek dengan berjuta mimpi yang tertulis di tembok-tembok kehidupannya
Ada seorang anonim yang sibuk mempersempit waktunya agar bisa terus bermanfaat banyak untuk orang lain. Sayangnya, ia bukanlah public figur, aktor terkenal, penyanyi jazz papan atas ataupun birokrat yang punya pengaruh banyak. Sehingga, terus berusaha dengan MOVE ON nya, berusaha agar setiap coretan-coretan di tembok-tembok mimpinya bisa terpenuhi satu persatu.
..
Ia yakin, ASA akan selalu ada untuk setiap jiwa yang tenang dalam mewujudkan mimpi-mimpinya
KEKONYOLAN-nya terkadang mengalahkan akal sehat dan keadaan
KESALAHAN-nya menjadi hal rutin, agar ia tetap bisa terus belajar
KEBODOHAN-nya, menjadi senjata untuk terus belajar menjadi baik bahkan menjadi sangat baik
KEPOLOSAN-nya bukan berati ia tidak mengerti apa-apa, melainkan caranya untuk bisa mendekatkan dengan orang yang berbeda visinya
DIAM-nya, bukan berarti ia tak berpikir
Melainkan caranya untuk mencari jalan terbaik dalam menghadapi setiap problematikanya
KENEKATAN-nya, bukan tanpa sebab. Karena ia selalu berupaya maksimal dan berdoa agar setiap asanya terkabul.
.
Masih ada asa?
Ya pasti masih ada
..
BERSAMBUNG ….


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s