Sakit gila nomor dua, Risiko Jatuh cinta : Baperian, Jomblonesia & Sejenisnya


 

Asap masih menyelimuti pulau Sumatera sampai saat ini, begitu pula Kalimantan. Semoga hujan cepat datang agar saudara-saudara kita bisa merasakan udara bersih tanpa polusi dan kebakaran hutan bisa berkurang, mengingat reputasi sebagai negara pengekspor asap masih jadi label dan senjata utama negara tetangga dalam meledek negeri yang kita cintai ini #prayforRiau #prayforLampung #prayforJambi #prayforSumatera #prayforKalimantan.

Bencana yang disebabkan tangan jahil manusia, memang tidak kita ketahui kapan datangnya. Begitu juga bencana atas kutukan jomblo yang masih melekat, kapan hilangnya sehingga tidak menjadi bulan-bulanan lagi adalah cita-cita mulia. Andai saja para jomblo dan Single dikumpulkan, mestinya bisa saling kompak untuk berdoa meminta hujan. Karena kita ketahui bersama, status kita ini adalah menjadi ledekan, sehingga kita termasuk kaum yang teraniaya. Doa kaum teraniaya bisa dikabulkan, apalagi dengan titel jomblo agamis atau jomblo yang sayang orang tua. Hujan bukan lagi hal mustahil, sehingga Pemerintah tak perlu repot menghabiskan APBN untuk pengadaan pesawat. Cukup kumpulkan Single dan jomblo se Indonesia, beres masalah hehe ( kita? Lw aja kali, sama artis hehe).

Jatuh cinta, itu seperti jatuh dari pohon kelapa. Bedanya yang satu bisa berujung fatal secara fisik, yang satunya bisa fatal secara mental. Nah lo, kok bisa? Jatuh dari pohon kelapa bisa menyebabkan luka memar, luka dalam, patah tulang atau kematian, sedangkan jatuh cinta bisa menyebabkan orang sehat menjadi gila, menjadi tiba-tiba pendiam, menjadi tiba-tiba lugu, menjadi Tiba-tiba keren, menjadi tiba-Tiba alim, menjadi tiba-tiba rajin dan sebagainya. Mengapa ini bisa terjadi?

Berikut ini adalah alasan logisnya:
1. Orang jatuh cinta itu selalu berbunga-bunga, sehingga aura positif muncul dan tunbuhlah gairah hidup yang baru. Termasuk status baru #ehh

2. Orang jatuh cinta itu bisa bagai Superman atau menjadi gembel, karena bisa keren setiap saat lalu bangkrut karena tidak ada endorsement dari temen hehe. Untuk orang jatuh cinta tipe ini disebut orang jatuh cinta jenis High taker;

3. Orang jatuh cinta itu, selalu berhusnudzan akan setiap nasib baiknya kelak. Apalagi jatuh cinta, lalu taaruf dan menikah. Masya Allah, salut. Di sini lain, untuk para jomblomaniac atau bapernesia, husnudzan ini bisa jadi euforia sesaat. Sehingga jangan terlalu senang dulu, bisa jadi ini tipuan dengan modus kakak-kakaan, frend zone atau comfort zone ;

4. Orang jatuh cinta itu bagai orang menang judi, hawa positif, opitimistis, realistis, puitis hingga magnetis.
Sebagai sesuatu hal yang memang fitrah kita untuk bisa mencintai lawan jenis, untuk mencinta sesama jenis tidak dianjurkan karena memang tidak sesuai dengan norma dan adat kita, sehingga lumrah-lumrah saja asalkan memang sesuai dengan syariat dan tidak melebihi batas kita. Kecuali kecintaan kita pada Rabb kita, Rasul kita, orang tua dan keluarga. Karena Cinta itu C I N T A.
Berikut ini adalah tips dan trik agar tidak menjadi Jomblonesia yang Baper, untuk menjemput penggenap hidup :
1. Jodoh itu mirip, jadi carilah nanti yang mirip, siapa tau dia jodoh Anda.

Dengan syarat lawan jenis hehe

Ada hobi yang mirip, kesamaan yang mirip, wajah yang agak mirip. Tapi tidak semua mirip, tugas kita jika tidak ada yang mirip, lengkapi semua kekurangan dan kelebihannya;

2. Jodoh itu memantaskan. Karena, laki-laki yang baik akan mendapat yang baik pula, begitupula sebaliknya. Tak usah baper dengan status fakir cinta, fakir asmara, tuna asmara, jomblo, Single dan sebutan miris lainnya, jika kita memantaskan Insya Allah akan dapat yang pantas dan memang layak dengan kita. Untuk beberapa kasus ini terbukti, namun karena jodoh yang rahasia, Tuhan selalu punya skema terbaik lainnya;

3. Jodoh itu Belajar. Belajar menerima semua kekurangan, belajar tentang tatacara (fiqih dll), belajar tentang hal-hal yang memang perlu disiapkan. Karena jangan sampai salah strategi, kita rela bertahun-tahun Untuk jadi sarjana, Moso mau jadi Imam besar, pemimpin, CEO, Kepala rumah tangga juga tidak belajar. Sehingga perlu adanya pembelajaran yang tiada henti.

4. Jodoh itu Tulang Rusukmu (perempuan) yang bengkok, jadi jangan terlalu keras karena akan patah atau terlalu lemah karena akan tergusur. Ada saatnya. Sehingga jangan taruh ia dibawah, untuk diinjak-injak, taruh di atas untuk dihormati, cukup taruhlah di doa agar tetap damai. Karena jika menaruh di hati bisa overload, apalagi jika sakit hati #eaaa

5. Jodoh itu Rahasia, namun perlu keberanian untuk menjemputnya bukan hanya berdiam diri menunggu jatuh dari langit, melainkan memulainya dengan ilmu, memantaskan lalu meminangnya. Jika belum bertemu, segeralah bertamu misalkan ke rumah kepala desa, Pak RT , Pak lurah atau Pak guru, siapa tau masih ada anak gadis/bujangnya yang prospektus bisa dijadikan teman hidup.

Sehingga tidak ada alasan lagi untuk baper, jika masih baper, berikut ini tips dan triknya:

1. Anda tipikal baperian? Tenang, bersabarlah. Matahari saja bisa terbit dan terbenam. Anda bisa jadi belalang cicak rawa, siang makan nasi kalo malam minum cukup puasa hehe;

2. Anda tipikal baperian? Cepat-cepatlah ke hari minggu, karena hari Senin harga naik *lho ;

3. Anda tipikal baperian? Tandanya Anda memang laper;

4. Anda tipikal baperian? Jalan ke pinggir pantai lalu terjun dan berenang, sambil buang sial hehe

Kesimpulannya adalah tak ada Jomblonesia yang abadi, karena yang abadi itu cukup cinta hakiki kita kepada sang pencipta, yang ada hanyalah Jomblonesia menahun, membulan, meminggu dan menghari ( tidak standar sekali bahasany). Sehingga bersiaplah di era perdagangan bebas AFTA. Trans Pacific Partnership, tidak dan bukan hanya tenaga kerja saja yang bersaing, tapi mendapatkan si doi juga perlu persaingan bebas.  Semoga kita semua menjadi Jomblonesia, singlenation, fakir cinta, tuna asmara yang tetep berkontribusi untuk negeri tercinta selagi bisa. Karena bisa jadi jodoh kita di situ juga #ehhh

Jangan pernah keluar malam minggu, karena hanya akan mengurangi konsumsi BBM bersubsidi saja, jangan pernah sering ke mall saja, karena hanya akan jadi konsumtif, jangan sering ke gunung atau laut, karena ngeri dengan risiko bapernya, takut kalo mau bunuh diri, cukuplah dengan berkumpul dengan orang-orang yang bersinergi, membentuk sakit gila positif dan akut, untuk terus bergerak. Move on dari Baper hehe.
Salam Baperian,

Salam Sakit Jiwa,
NB:

Semoga tidak ada yang terluka dan tersakiti dengan tulisan ini, sehingga bisa menurunkan angka baper. Karena dibuat untuk introspeksi pribadi sekaligus introspeksi bersama. Nama, tempat, kejadian, tokoh, bisa jadi adalah Anda yang disamarkan atau pengalaman penulis sendiri.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s