Indonesia, Tanah Air Siapa?


” Mengetahui Indonesia itu serasa kita makan Bubur, kita akan tahu rasanya saat semuanya diaduk rata hingga bubur dalam mangkuk menyatu dengan sempurna “

Tidak berlebihan jika analogi di atas hanya sedikit gambaran kecil tentang sebuah negara yang makmur, nusantara yang terbentang dari ujung ke ujung, dengan semua keanekaragaman yang ada. Negeri kita ini, adalah negeri yang Tuhan ciptakan dalam keadaan tersenyum. Sehingga senyuman adalah greeting awal menuju ke tahapan selanjutnya.

Terlepas dari semua kontroversi yang ada, atau bahkan hanya melihat dari sudut pandang sempit kita melihat beberapa sisi saja, banyak sekali pertanyaan yang sulit untuk dipecahkan, bahkan bila kita tetap terus bertanya dalam hati, tentang konsep Bhinneka tunggal Ika atau tentang konsep negara kesatuan.

Melihat sejarah panjang perjalanan negeri tercinta, beserta perjuangan keras para pahlawan, cita-cita luhur bapak bangsa dalam menata cita-cita berbangsa atau perjalanan melewati pendewasaan diri bangsa yang mandiri, adalah nikmat yang tiada tara bagi generasi lanjutan untuk mengisi kedaulatan, melanjutkan cita-cita luhur serta mewujudkan visi dan misi dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Atas dasar kemajemukan, antar suku bangsa, bahasa, agama, ras dan antar golongan, adalah campuran dari beras, kaldu, kerupuk, kacang goreng, irisan daun bawang, kecap hingga irisan ayam goreng yang terkumpul dalam satu tujuan, menjadikan bubur terlezat untuk disantap. Well, Its ready to serve.

Adukan-adukan konflik, salah bahan, salah kecap, salah beras, atau hingga salah tempat, adalah bentuk dinamikanya yang membuat semuanya kadang tidak dalam satu framework. Hanya ulah segelintir saja yang tak ingin bangsa ini semakin besar, karena saat macan itu bangun. Bersiaplah untuk menjadi kekuatan dunia baru, apakah itu sedang terjadi sekarang? Krisis identitas, disintegrasi hingga separatisme.

Dari zaman Sriwijaya, Majapahit bahkan dari pergerakan-pergerakan yang ada, membuktikan bahwa tanah air kita tetap jadi idaman negara lain. Lalu tanah air kita, milik siapa?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,

Tanah air adalah

Tanah air ibu pertiwi, nusa, tanah kelahiran, tanah tumpah darah, wata.
Tanah air kita bukan hanya milik beta,

Tetapi milik semua. Semua yang ingin bangsa ini maju, semua yang ingin terus membangun, semua yang ingin berkontribusi, semua yang terus ingin bergerak, semua yang ingin satu suara, semua yang ingin damai berkelanjutan, semua yang ingin Bersatu padu menuju masyarakat Madani.

Semua, bukanlah mimpi dan angan-angan yang tak berdasar. Kita punya semua, sumberdaya, sumbercipta, sumberkarsa, hingga sumber-sumber lainnya. Masih tak yakin?
Jadi, tanah air punya siapa?

Punya kita semua, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Surga, bagi para penduduk istimewa di belahan Tenggara Asia.

” Jangan tanyakan apa yang bisa negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang telah kau berikan kepada bangsamu”
Tetap berkibar tinggi merah putih,


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s