KELAS INSPIRASI SUKABUMI, SUKA BUMI, SUKA KAMU, ATAU SUKA SEMUANYA?( catatan sebuah perjalanan waktu)


IMG_1318-1

” Berjalan Lebih Jauh,

Menyelam Lebih dalam

Jelajah semua warna

Bersama

Bersama

– Banda Neira “

Hari ini, tepat tanggal 22 Januari 2016, sama seperti waktu lainnya, kali ini mencoba melangkahkan kedua kaki menuju daerah asing lainnya. Asing karena Memang belum Ada gambaran nyata, tidak asing karena memang sudah pernah singgah beberapa kali, entah untuk pelatihan, jalan-jalan ataupun sekedar melangkah, membuang dan mengikis semua penat setelah bekerja dan terjebak rutinitas belaka.

Tepat jam 16.30, keluar dari susunan material yang bersatu menjadi gedung, menyusuri daerah ibukota bagian selatan, berbatasan dengan Depok. Perlahan masinis menekan pedal kendali untuk terus melaju menyusuri rel demi rel, hingga melewati beberapa stasiun untuk tiba di kota Bogor, kota hujan, juga oleh sebagian orang dibilang kota baper. Karena di kala hujan, kerinduan akan masa lalu tiba-tiba muncul, mengikis semua ATP hingga perut, laper. Karena laper itu, potensi baper meningkat. Ingat saudara-saudara, laper dapat menyebabkan emosi berlebih dan lapar meningkatkan bego berlebih. Seperti penyakit genetika, ya sudah biarkan ia berlalu. Soalnya di kelompok ini Ada pakar biologi, Kalo salah mesti Cari rujukan reference hehe. NB: hujan, 99 % ingat mie rebus, 1% ingat masa lalu, masa gitu, masa sih Gk move on Dan masa lainnya. Sudahlah, orang punya masanya masing-masing.

Langit cerah, KRL tidak penuh, ya mungkin ini pertanda baik, ujarku. Tapi kendala tiba-tiba timbul, entah lupa isi pulsa lah, paket data lupa daftar ulang, dan dapat kabar kereta delay, macam penerbangan udara saja ada delay. Menghubungi salah seorang dari anggota gengs Cibeureum Hilir 3 tidak ada respons, matilah awak. Akhirnya SMS digunakan sebagai alternatif terakhir, tak lama kemudian setelah beberapa menit menunggu kabar, ada kabar baik. Kuota sudah diaktifkan, namun belum ada respons dari yang lain. Lumayan wara-wiri, tak Lama kemudian setelah melihat beberapa orang galau dengan pilihan KRL karena tidak membaca petunjuk di layar LED canggih yang saya pun yakin tidak dibaca seksama, akhirnya Pak ketua kelompok timbul, seorang insinyur perminyakan dari Ganesha University. Kami berdua berjalan ke arah pintu keluar, sambil sesekali mengobrol dan sempat menunggu bentar karena mesti ke ATM, untuk isi pulsa.

Angin sore itu sepoi-sepoi, berkorelasi dengan sepoi-sepoinya kabar kereta telat. Kami telah berencana berangkat jam 19.05, karena ada peraturan baru dari otoritas perkeretaapian yang mengubah jadwal serta sistem pembayaran. Perubahan yang dilakukan belum sempurna, sehingga menyebabkan keterlambatan yang ada. Sebagai kompensasi, kami mencari sebutir nasi yang berkelompok dalam piring untuk mengisi perut untuk perjalanan panjang yang akhirnya berangkat jam 21.45 WIP ( Waktu Indonesia Paledang). Sebelumnya kami bertemu dengan ibu bendahara, ibu dokter gigi, ibu EO, dan ibu analis, sang pemesan tiket. Hingga tulisan ini dipublish, sepertinya ibu analis lupa nagih ongkos penitipan tiket karena saya belum bayar hehe.

Beberapa jam menunggu, ada sesosok lelaki berkacamata, tinggi, berambut agak ikal, sok akrab dan agak kremian, Teu bisa cicing hehe, dia adalah salah satu putra terbaik Cirebon yang setelah ditelusuri adalah sarjana matematika jebolan Ganesha University yang seangkatan dengan teman SMA dalam Indonesia Mengajar. Sempitnya dunia, lebarnya langit malam itu dan hampa nya mata untuk terlelap, Zainuddin lelah dek, hehe.

Setelah beberapa lama, hingga mata tak terlelap memandangi sudut-sudut gelap di luar gerbong. Sebuah kontemplasi berharga tentang hidup bahwa jika masih terus ada di tempat gelap, sedang didera musibah, kesulitan dan lain sebagainya, terus bergerak, bangkit, maju dan tetap husnudzan bahwa cahaya terang akan bisa diraih, seperti perjalanan kereta pagi dini hari ini, sudah sampai tempat tujuan dengan selamat dan mesti bersiap beberapa jam lagi memulai kelas inspirasi Sukabumi. Hari ini tanggal 23 Januari 2016, fase waktu berharga untuk melanjutkan langkah kembali.

Selamat pagi gengs,

Selamat pagi Indonesia. Akhirnya kami datang, untuk memulai sedikit bercerita. Entah saya sendiri dalam relung sejenak berpikir, bukanlah seorang yang tepat menginspirasi, justru butuh inspirasi dari adik-adik semua siswa SDN Cibeureum Hilir 3. Waktu menunjukan pukul 06.53 Waktu Indonesia Cibeureum, bergegas masuk ke lingkungan sekolah dasar yang bangunan fisiknya mempesona, lengkap dengan lapangan luas di tengahnya, membentuk pola trapesium, di sudut-sudut terdapat Asma’ul husna, WC bersih, dan guru-guru yang luar biasa, karena memulai hari dengan membaca kitab suci sebagai pedoman hidup, lingkungan yang Asri dan Alhamdulillah cuaca hari ini seperti plan A, cerah dan bersiap memulai langkah inspiratif.

Tepat pukul 08.00, acara dibuka oleh Kang Fasil, yang tangguh karena kelihatan dari kantung mata kurang tidur, partner tidur di masjid tepatnya, mulai melirik ke kanan dan kiri, seakan mengamati keadaan sekitar untuk melihat sejauh mana mereka siap menerima sedikit pengalaman hingga mic wireless bergema, seakan semesta mendukung, setiap niat baik kami, untuk memulai Kelas Inspirasi Sukabumi, Suka bumi atau  #sukakamu. Selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan perkenalan dari Kepala Sekolah sebagai kulonuwun dan sambutan serta perkenalan semua guru-guru. Tik tok tik tok tik tok, setelah jarum jam bergerak, akhirnya waktu perkenalan tiba.

Kami terdiri dari:

  1. Kang Fasil, suka usil, seorang banker, jarang nyisir, asli Sukabumi, lama di Bandung tapi tidak suka pundung, penyuka roti walau tetap banyak yang dinanti ;
  2. Kang  Insinyur Perminyakan, tinggal lama di Mandailing, namun salah satu bagian Dari AKB ( Anak Kabupaten Bogor) ;
  3. Teh Dokter Gigi, Salemba University, asli Sukabumi, Suka nasi dan Suka moci, senyum menawan tapi legowo jadi relawan;
  4. Bang Pembuat Motor, Jago bikin sketsa, asli Oslo, basis dan tentunya doi    Juga humoris;
  5. Bang Aga, Insinyur Listrik, tapi tidak Suka kesetrum, seorang traveler, seorang kekinian yang berciri khas membawa action camera dengan tongkat sihirnya, mengubah kita yang pendiam menjadi narcisus sukabumiensis, karena ia adalah bagian Satria bergopro ( GoPro hero)
  6. Uda, Dosen keren asli Sumatera Barat, mengajar olahraga, pemimpin penguin dalam senam penguinnya, supel dan kadang baper ;
  7. Mba  Bendahara, Lama di Yogya, suka becanda, kerja di media dan kenal cita-citata ;
  8. Mba EO, founder KI Tebet ( kaulah idolaku Tebet, karena Warga asli Tebet), Ibu dari senam pot, ceria dan tak suka dusta ;
  9. Ibu analis, kadang kritis, suka humoris, tak banyak menggubris ataupun lukis alis, pendiam saat tidur;
  10. Ibu guru akuntansi, tidak gengsi, mengajar dengan intuisi, terbiasa dengan debit-kredit dan laporan keuangan, tidak perhitungan, jutawan dummy, karena hanya bawa uang mainan;
  11. Ibu hijayah, asli pekalongan, kadang seperti Kalong yang mesti menyusuri aspal, Suka menolong, tidak sombong, mengajar dengan kebaya, sesuai dengan cita-cita #Samawa hehe;
  12. Ibu peneliti, baduy fokusnya, cihuy orangnya, tak Suka berjalan di mall karena terlalu mainstream, butuh banyak sandaran, termasuk sandaran hatinya #eaaa
  13. Mas videografer, seorang lulusan Ilmu Komputer, kadang baper, Suka kode pemograman, Suka memberi kode Pada yang lainnya bisa jadi hehe, tetap seorang superior dan
  14. Saya, bubuk rangginang pada sebagian Kaleng khong guan di hari raya, penyuka Lawan jenis, pendiam saat tidur dan belajar menghitung langkah hidup setiap hari Hingga ajal ditemui dengan harapan jadi pelayan umat.

Kami bisa disebut sebagai danger ranger. Setelah perkenalan, kami semua Ready untuk memulai berbagi pengalaman sedikir. Waktu 30 menit bisa jadi lama, bisa jadi sedikit. Untuk saya yang pendiam ini, mungkin saja lama. Karena memang bertepatan dengan kembali masuk ke kelas satu B, kelas yang sama dengan golongan darah saya, kelas rebel hehe. Siswanya aktif dan interaktif, hingga ada yang menangis. Meredakan yang menangis, perlu waktu sehingga saat diredakan siswa lainnya malah aktif untuk berpindah, berlari dan bermain layaknya bermain smack down hehe. Pemandangan yang mungkin saja sama, seperti saat saya sekolah dulu. Keren sekali ibu dan bapak guru yang memang menguatkan dasar pendidikan, selain orang tua kandung di rumah yang juga sebagai role model sebenarnya. Semoga ini bukan karma buat Aim ya Allah, aim sudah sadar sekarang. Pokoke Kelas 1B endess mbabes pisan, mesti banyak belajar lagi untuk KI selanjutnya.

Membunuh waktu selanjutnya adalah masuk ke Kelas 5B, why always B? Mentang-mentang B Blood. No problem, anak Kelas Lima ini lebih kece karena sudah enak diajak interaktif dalam berdialog. Sambil bercerita banyak tentang perjalanan hidup yang dialami dulu, enak sekali anak sekarang. Sekolah tinggal Sekolah, belajar fasilitas tersedia. Beda Dengan Zaman dulu yang mesti Berjuang bawa kotak Es, berjualan gorengan keliling atau mesti juara Kelas hanya untuk sekedar baju bola saja. Kelas lima ini, agak lebih bervariasi daripada populasi kelas satu yang masih mainstream dalam bercita-cita, maaf seperti ingin menjadi pilot (sama dengan aim saat kecil), dokter, polisi, guru dan tentara.

Berikut ini adalah sebaran cita-citanya

  1. Dokter
  2. Pemain sepakbola
  3. Polwan
  4. Ustadzah
  5. Guru
  6. Tentara
  7. Pramugari

Lebih variatif dan lebih detail, ya semakin tumbuh besar kadang memang semakin realistis. Karena terlalu memaksakan justru belum tentu sesuai dengan semestinya, karena negara tidak menjamin kebutuhan pekerjaan yang layak. Apalagi tingkat pengangguran yang masih tinggi, pertumbuhan ekonomi yang bertengger di 4,8% serta dunia yang belum stabil perekonomiannya karena masih stagnan karena masih berpatokan kepada harga minyak yang masih di bawah 30 Dollar, semakin saja menambah jumlah pengangguran terdidik hingga konon kabarnya walau rupiah masih fluktuatif biaya nikah juga cenderung meningkat. Waspada Mbloo,  perlambatan ekonomi ternyata tidak berpengaruh terhadap biaya nikah hehe.
Hingga pada akhirnya adalah Sukabumi, suka kamu dan suka semuanya melebur menjadi sukacita. Masa itu telah terlewati. Apalah arti perkenalan jika memang visi awal sudah kita kompromikan bersama, apalah arti waktu jika sekilas saja semua bisa bergerak dan apalah arti kamu, kita dan kalian para orang “gila” jika bersungut-sungut tanpa berbuat sekecil apapun pergerakan yang bisa jadi menjadi cibiran nyata atau skeptis antipragmatis dalam memulai hari dengan semangat.

Kita, memang kenal di tempat, di stasiun, di persimpangan, di tempat makan, di tempat-tempat penuh aktivitas rutin yang membosankan, yakini, hargai dan sedikit koreksi, bahwa memang kita adalah bagian dari milyaran manusia narsis sebagai brand ambassador dari kita sendiri, entitas tak sempurna namun berusaha paripurna.

 Sukabumi, bukan suka kamu. Iya kamu hehe. We’re Danger Ranger, bagian dari Kelas Inspirasi Sukabumi. Karena mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya tugas pendidik, melainkan tugas kita yang sedikit “berkelebihan” dalam pendidikan. ” kita, Bagian dari peradaban Tak menuntut perubahan keadaan, tapi mencoba sedikit memulai langkah yang kita yakini sebagai bagian dari berubah, perubahan dalam skala kecil.

Terima kasih untuk rekan-rekan rombel SDN Cibeureum Hilir 3 yang kece badai dan aduhai  telah memberikan inspirasi Kepada mahluk rangginang seperti saya ini, khususon kepada adik-adik semua. Biarkan kami terus bergerak, bagai busur panah. Biarkan kami berekspresi dengan yang kami bisa, biarkan pula kami termenung dan terdiam dalam hembusan nafas dalam, bahwa kita memang masih punya harapan Panjang. Menuju bangsa unggul dengan ekonomi mapan dam rakyat sejahtera, entah kapan matriks ini berlaku dan terbukti.
_ catatan_mbiesap


3 thoughts on “KELAS INSPIRASI SUKABUMI, SUKA BUMI, SUKA KAMU, ATAU SUKA SEMUANYA?( catatan sebuah perjalanan waktu)

  1. Asik bener bacanya.. Koplak abis…
    LanjutGan..
    Terimakasih teman-teman KI Sukabumi dan Situ Gunung..
    Kalian Luar Biasa..

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s