Satria Bertongsis 


IMG_1249

” Cis kacang buncis

Cang kacang panjang

Peteee

Sateee

Keju dalam bahasa Inggris, cheese

Kupleeee


Bukan merupakan kombinasi makanan yang baik, karena Pete campur keju kemudian campur sate, bisa dibayangkan betapa “gejolak” perut yang ajep-ajep dalam menerima asupan makanan yang baik. Bukan juga belajar ngeja atau menyebut jenis kacang-kacangan, karena dikacangin saja oleh sebagian orang ada yang merasa tersinggung. Bukan juga belajar prounounce karena bisa mirip ban betus jika kelamaan dinadakan hehe.

Sebentar-sebentar, jika kita mau flash back, semua bermula dari film satria bergitar yang dibintangi oleh Maestro Musik Melayu ( dangdut) Indonesia, Rhoma Irama. Seiring perkembangan Zaman yang mulai kekinian, ditambah perkembangan teknologi, perubahan arah kebutuhan menyebabkan beberapa kebutuhan primer, sekunder dan tersier tidak lagi relevan dengan kondisi yang ada dulu. Biarkanlah, memang sangat dinamis sekali. Tak ada yang bisa terbendung, tak ada lagi yang bisa dihalangi. Sayangnya kita hanya sebagai figur atau user, bukan produsen dari alat-alat maupun Device yang digandrungi khalayak banyak. Karena banyak faktor, termasuk kurangnya kecintaan terhadap produksi dalam negeri, kepercayaan akan produk luar, prestise dan mentereng, kualitas, dan harga.
Perkembangan dunia fotografi yang mulai ke arah compactness, menjadi salah satu titik ukur akan efektivitas maupun tingkat Ketahanan, ketajaman, serta bentuk yang unik. Termasuk fenomena yang kita sering temui bersama. Dimulai dengan teknologi analog hingga digital, yang kemudian bergeser fungsi menjadi turunan produk khusus seperti action camera, kamera tanpa awak, pocket camera, dslr, dan lain sebagainya adalah titik awal menuju identitas seseorang. Wow, apa hubungannya?

  1. Jika yang dibawa lengkap, Tools, lighting, peredam cahaya, mic, beberapa kamera SLR/DSLR dan kamera video, bisa jadi dia adalah seorang fotografer ;
  2. Jika yang dibawa adalah kamera tanpa awak, kemudian memakai remote kendali, melakukan pencitraan atau citra udara, bisa jadi adalah seorang surveyor, ahli Geographic information system, orang Pertanahan, orang Geodesi dan lain sebagainya ;
  3. Jika yang dibawa adalah perasaan, bisa jadi Anda adalah baperian hehe ;
  4. Jika membawa action kamera beserta tripod, kemudian suka outdoor dengan peralatan outdoor lengkap, bisa dikatakan Anda petualang dan
  5. Jika Anda adalah seorang pria atau wanita, selalu menenteng tongsis atau tongbro ( tergantung siapa yang punya, jika perempuan bernama tongsis, jika laki-laki bernama tongbro hehe), bisa dipastikan Anda adalah salah satu bagian dari satria Bertongsis.

Tongsis atau tongkat narsis maupun tangsis (tangan untuk narsis) nantinya bisa jadi indikator kebahagiaan seseorang. Karena kata kang Emil, orang yang berpikiran sempit, terjadi karena kurang piknik dan kurang Selfie. Nah lo, nah lo. Berarti yang dilakukan kita semua, di SDN Cibeureum Hilir 3, Situ Gunung dan Curug Sawer kemarin adalah indikator kebahagiaan kita?

Bisa jadi, bisa jadi. Bertemu orang ruarrrr biasa, dengan berbagai profesi, disokong oleh anak-anak yang keren-keren menjadikan peran satria Bertongsis vital dalam kelangsungan Selfie maupun wefie hehe. Karena semakin banyak orang yang punya visi bersama, mudah sekali untuk menggerakkan bersama, termasuk pose-pose foto dengan gaya kekinian sesuai dengan Standar Nasional Kekinian Indonesia ( standar macam apa ini). Berikut ini adalah peran sentral satria Bertongsis :

  1.  Menjadi motor pergerakan dalam setiap pose-pose tertentu ;
  2. Menjadi penyeimbang dalam menentukan angle foto, arah matahari, arah angin ataupun arah hati #eaa. Arah hati maksudnya adalah kecenderungan orang tersebut beserta keadaan suasana hati yang memungkinkan bisa menimbulkan penolakan atau penerimaan ajakan berfoto bersama ;
  3. Menjadi katalis (bahasa orang analis) dalam memecah keheningan akibat sibuk japrian, menggunakan Gadget, SMSan, foto Selfie ataupun kegiatan sendiri lainnya untuk cepat mengambil tindakan foto hehe ;
  4. Menjadi kritis, jika hasil yang diciptakan kurang bagus, back light, kurang pencahayaan maupun kurang “gila” dalam beraksi ;
  5. Menjadi pemersatu, karena bisa merangkul berbagai kalangan untuk bsia ikut foto bersama ;
  6. Menjadi kebaggan, karena menjadi andalan ketika mesti mengabadikan momen istimewa, momen gila, momen sandiwara dan momen penuh haru bersama dalam dekapan Ukhuwan sehingga tercipta “jodoh positif” misalkan ataupun “koneksi meluas” dan
  7. Menjadi inspirasi, karena mampu mengambil semua pelajaran berharga dari lingkungan sekitar untuk bisa jadi lebih baik lagi ke depannya.

Terlepas dari semua fenomena, gejolak, pergeseran, cibiran, apresiasi, kontroversi, maupun masalah nasi, satria Bertongsis adalah pahlawan lain dalam merangkul semua kenangan yang berserakan nantinya, menjadi gambaran cerita utuh dalam figur kebersamaan dalam JPG/JPEG/RAW yang hidup hingga kita mengenang kembali kebersamaan kita. Karena waktu, menjawab semua kerinduan, keinginan untuk meet up atau reuni hingga jodoh positif yang bersatu dalam harmoni.

Memang, persahabatan itu seperti kepompong, sering Kepo dan suka rempong. Tapi kenanglah sahabat. Kita unjuk selamanya.
#jikaBaperberlanjutsilahkanhubungitokomakananterdekat.
Salam inspirasi,

Salam kontemplasi,

Salam Jodoh Positif,

Salam Japri,

Salam-salam-malas-salam

Salam kuper,

Salam unyu,

Salam Semangat !

Pejuang?

Hadapi !


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s