Tahu Bulat dan Leicester City : Dimana mimpi bukan hanya sekedar ilusi 


Hidup memang selalu ada hal-hal bodor yang bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk melangkah lebih baik atau bahkan melangkah menuju jebakan, entah jebakan realita, jebakan nostalgia, jebakan betman hingga jebakan penyeberangan ( jembatan penyeberangan maksudnya hehe).

 Dilihat dari tonggak sejarahnya, tahu memang bukan Kuliner asli negeri kita tercinta, melainkan dari negeri Tiongkok. Lambat laun, merambah ke seluruh dunia, tak terkecuali ke Indonesia.

Dibuat dari kacang kedelai, saudara dari tempe dan oncom ini, akan selalu menjadi teman setia makan, terutama anak Kostan yang terbiasa militan dalam Alokasi dana untuk bertahan hidup dari bulan ke bulan. Bahkan mengalahkan Neil Amstrong dll yang konon kabarnya menjadi tiga manusia pertama yang mendarat ke bulan.

Terdiri dari berbagai tipe dan rupa, mulai tahu putih dari Kediri, tahu Pong khas Klaten, tahu paling besar di dunia ( tahu isi Sumedang), tahu bakso, tahu kuning, tahu susu, andai dia tahu, atau pura-pura tidak tahu hingga yang ngetrens di kalangan masyarakat ibukota ( kayaknya sih itu juga), yaitu tahu bulat.
Mungkin jingle berikut ini tidak asing oleh sebagian orang dengan macam rupa, meme hingga ringtonenya

” Tahu bulat, digoreng dadakan Rp. 500 ( Lima ratusan) hingga Rp. 2.000 ( dua ribu rupiah) dapat tiga biji.Gurih-gurih, enyoy”

Fenomena tahu bulat, bak virus yang menjamur, menyebar dengan kendaraan pick up, menembus batas-batas jalan hingga menimbulkan delik tawa, karena unik sekali, serupa tukang susu keliling, rujak, atau tukang lainnya. Apalagi dengan harga yang terjangkau, bukan lagi urusan harga yang menjadi persoalan, melainkan banyaknya invasi tahu serupa dengan grup pedagang berbeda. Sehingga opportunity costnnya jelas bukan Trade off yang signifikan.

Beda tahu bulat, beda dengan juara liga Inggris tahun 2016 ini yaitu Leicester City. Klub yang ditukangi oleh Claudio Ranieri seperti cerita mustahil yang terbantahkan, bagaimana tidak mereka berhasil mengalahkan hegemoni Klub-klub langganan juara, seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea, Manchester City.
Sepanjang Musim, King Power Stadium menjadi saksi sejarah selama 132 tahun. Bukan sebuah waktu yang sebentar dalam kancah sepakbola. Sehingga oleh beberapa majalah terkenal, Vardy dkk kerap dihubung-hubungkan dengan cerita dongeng, Dimana selama 23 kali menang, 12 kali Seri dan 3 kali kalah.

Strategi yang digunakan, bukan macam klub kaya Manchester City, Real Madrid, Paris Saint German dengan pembelian jor-joran bintang-bintang top dunia. Melainkan dengan pemanfaatan beberapa pemain yang sesuai dengan kapasitas dan kelebihannya kemudian dipadukan dengan pemain sejenis yang lebih solid. Sehingga, dongeng yang dianggap mustahil pun bisa terwujud. Selamat Leicester !!

Apa persamaan Tahu Bulat Dengan Leicester City?

Tahu pada umumnya berbentuk kotak, dan Leicester city mestinya adalah Tim kacangan. Resep terbaiknya adalah Sama-sama berani keluar Dari zona nyaman menuju zona perjuangan, zona penuh kebulatan tekad dan harapan agar bisa se-ekspansif tahu bulat atau se-superior Leicester city Musim ini.

Selama masih memiliki harapan Dan cita, selalu Ada saja Jalan keluar terbaik. Tergantung sejauh mana bisa berkeyakinan mewujudkan semuanya, sejauh mana kita mau merubah semua kelemahan kita menjadi potensi luar baisa dan sejauh mana cara kita untuk jadi “gila”, berbeda dari kebanyakan, penuh inovasi, visioner dan berkesinambungan.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s