Syahdu


Sudah beberapa menit, terjerembab di gerbang tol paling padat di Jakarta, dengan lantunan lagu legend musik Melayu tanah air. Hmm, tak ada pilihan memang. Maklum, ikut tumpangan. Setidaknya lagu-lagunya mengingatkan bapak tercinta, yang merupakan salah satu fans fanatik, penyanyi kelahiran Tasik ini. Perlahan melaju, melewati satu dua mobil yang sama-sama antre untuk berpindah ke kota lain.

Cuaca mendung, langit sesekali terlihat tersenyum, dihiasi burung-burung melintas bergerombol, entah mungkin akan mencari makan siang, karena memang jika melihat jam, sekarang sudah masuk waktu makan siang.

Sejenak hening, sekarang adalah tanggal 25 Agustus 2016, tahun ke 58 Momofuko Ando memasarkan mie instan. Makanan yang lengket dan lekat dengan anak Kostan. Yakin?? Haqul yakin, karena 99,978% anak Kostan sangat familiar sekali. Awal bulan, akhir bulan, tengah bulan, bahkan hari-hari terbiasa dan jatuh hati kepadanya. Maklum saja, rasa apapun ada. 13,2 Milyar bungkus merupakan angka fantastis dan menjadi peringkat dua teratas dalam hal konsumsi mie per kapita terbanyak di dunia versi World Instant Noodle Association.

Salah juga ya, cuaca mendung gini ngomongin mie instan hehe.
Pernahkah selama hidup kita terus berceloteh, kemudian tiba-tiba hening?

Karena bertepatan dengan lagu Bung Rhoma, kali ini kita singgung tentang syahdu.

Syahdu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,  KBBI syah·du a khidmat; mulia; agung: suasana — pd malam lailatulkadar menambah khusyuk hatiku; ke·syah·du·an n kekhidmatan

Tesaurus

syahdu a agung, kudus, mulia; khidmat, khusyuk

Berarti khidmat, mulia, agung, khusyuk dan lain sebagainya.

Ingatkah,Praktek-praktek apa saja yang sering kita lakukan ketika kita dalam keadaan syahdu?

1. Buang air

2. Tidur

3. Ujian

4. Ijab kabul
Masih ada versi lain?

Sepertinya masih banyak hehe.
Lalu pertanyaannya adalah, mengapa ada syahdu aka hening?

Hmm, sebagai manusia dan makhluk Tuhan yang diciptakan semua berpasang-pasangan, syahdu adalah waktu yang tepat untuk konteplasi. Selama kita beraktivitas, kejenuhan kadang kala menghampiri. Namun solusi untuk menghadapi itu semua adalah syahdu, terutama di waktu sepertiga malam, untuk bercerita tentang hidup dan kehidupan pada sang Maha Hidup.
Syahdu,

Memang tak melulu tentang sendu ataupun tak melulu menjadi candu

Bahkan sekedar rayu tak bisa terelakkan untuk terus melaju, sejauh langkah akan berlaku.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s