Prolog


( suasana di salah satu akau)

Ketidaktahuan kita, memang batas kita. Agar kita tak jumawa akan segala hal tentang apapun, karena setan tak diam saja saat kita terbuai dengan label yang membuat kita lupa diri.

Keramaian terlihat menjelang balap moto gp di sirkuit Sylverstone Inggris, Dimana layar lebar terpasang, menjulang, ramai dan riuh oleh teriakan kencang tentang pembalap idola, hingga teriakan jomblo oleh sebagian orang yang benci dengan eksistensi jomblo di Indonesia, karena dianggap kurang produktif padahal mewakili 1/4 populasi, akibat terlalu baper akut dan susah move on.

Malam penuh suka cita, Dimana semua penduduk antar desa berbaur menjadi satu, akau, tempat nongkrong favorit di tanah Melayu, berdasarkan hasil akhir race, rider Suzuki asal Spanyol Vinales menjadi yang terdepan ( hasil race balap semalam adalah sebagai berikut: 10 rider terdepan)

1. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 39m 3.559s

2. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 39m 7.039s

3. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 39m 7.622s

4. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 39m 9.551s

5. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 39m 9.940s

6. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 39m 15.862s

7. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 39m 20.231s

8. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 39m 22.991s

9. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 39m 29.177s

10. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 39m 35.643s

Semakin larut, semakin seru perbincangan, kebetulan saat itu, pensiunan salah satu pegawai eks tambang peninggalan Belanda, datang menghampiri. Pak untung namanya, usianya 58 tahun, Menambah jumlah resapan Kopi O, mengurangi jumlah martabak telur di piring. Bercerita tentang berbagai hal, hingga khusyuk mendengarkan sisa-sisa kejayaan.

Hari esoknya, berkeliling kota, kita sebut kota kecil ini Kijang, sebuah wilayah di Bintan Timur, Provinsi Kepulauan Riau, Kota kecil kecamatan , totally supported oleh perusahaan ex Belanda ini, mulai gapura, rumah sakit, jalan, sarana ibadah, gedung pemerintahan hingga penduduk mayoritasnya adalah warga yang pernah berkecimpung untuk eksport ore bauksit ke luar negeri, perlahan kejayaan mulai luntur, hingga sisa-sisa peradaban yang masih kokoh, menambah angker hegemoni pada saatnya dulu, bukti sejarah yang masih belum luntur.

Tentram, damai, sisa-sisa tambang bauksit yang ditinggal oleh pemilik masih terlihat, karena katrolan harga minyak sebagai energi utama yang masih jeblok, komoditas lain ikut terkerek, entah sampai kapan. Hanya Tuhan yang tahu.

Kedai kopi ( akau), ada Dimana-mana, mengalahkan jumlah minimarket pada kota-kota besar di Jawa. Penduduk Melayu memang suka untuk bercengkrama di warung kopi, entah berbicara serius tentang nasib bangsa hingga obrolan tak karuan ngalor ngidul, menambah ramai suasana. Headline di koran tentang pengangguran yang semakin bertambah hingga pembukaan rute baru ke Kepulauan Anambas, salah satu tempat keren untuk liburan, versi majalah Travel di Asia. Mau kesana? Jangan tanyakan itu, semua orang pasti menjawab : ”  iya, mau banget” hehe.

Sepanjang waktu, menghabiskan semua cerita hingga mengamati sekitar. Pelajaran berharga tentang hidup didapat dari cerita-cerita penuh semangat oleh beberapa pensiunan, hingga pegawai lokal, semakin merasa diri kecil, memang kecil sih, pengalaman yang didapat belum apa/apa dan memang belum bisa berbuat banyak untuk negeri.

Terima kasih Tuhan, aku dilahirkan menjadi seorang Indonesia. Kekayaan titipan ini sungguh luar biasa, namun masalah sederhananya adalah tata kelola yang masih semrawut hingga mental aparat yang korup, mirip ceritera-ceritera zaman kolonial dulu.

Salah satu pakar ekonomi pernah membuat Justifikasi tentang maju tidaknya suatu daerah dengan dua metode sederhana, jika kita kaitkan dengan regional Economic, yaitu:

1. Dilihat bagaimana Mindset penduduk lokal tentang pegawai negeri sipil, terutama ukuran fisik, tentang profesi impian di suatu daerah ( sebaran profesi yang merata) ; dan

2. Rupa uang penduduk, jika uangnya jelek, berarti tidak ada arus uang masuk, hingga menciptakan perputaran  pada scope daerah itu saja.
Jika melihat pembangunan secara fisik, memang sedang berkembang dan sedang berlangsung, apalagi sebagai ibukota provinsi.

Ah, kopi sudah hampir habis untuk diseruput. Sebentar lagi perjalanan ini berakhir. Tiba, menjadi kosong. Tahukah engkau bahwa kosong hanyalah sebuah elegi tentang diri?

Iya, kadang begitu. Saat kita hening, menjalani hari tanpa arah, diam dalam kosong, menjadi treatment terbaik.  Menyusuri ruang dan waktu,  memakai hukum Bernaulli agar menjadi fluida hingga bisa menaikkan sayap-sayap tertinggi pada Wright Bersaudara.

Mata tertutup, hati terbuka. Otak terus berfikir, relung bisa saja terperangah. Yakinlah wahai diri, Segala sesuatu timbul karena alasan dan manfaat, karena ketidaktahuan kita akan hal tersebut, menghasilkan pemikiran yang dangkal.

Ketidaktahuan kita, memang batas kita. Agar kita tak jumawa akan segala hal tentang apapun, karena setan tak diam saja saat kita terbuai dengan label yang membuat kita lupa diri.

Wahai diri,
Akan tetap kosong atau terus mengisi tentang hal-hal yang membuat kamu diam atau hanya sedikit bergerak?


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s