Reuni : kapan kita kemana?


Bersemi bersemilah kisah persahabatan yang telah kita rakit, Memori lama yang telah tersimpan Tertuang dalam berbagai cerita

Hidupmu dan hidupku begitu lama terpisahkan Namun waktu menuntun kita tuk bertemu kembali yeah

Kaulah yang bisa membuatku lupa segalanya, Di saat kita berbagi. Kaulah yang bisa membuatku bahagia, Dan itu sangat berarti

Biarkan biarkan cerita lama kita datang kembali
Selagi kita masih dapat bersua

Hempaskan semua rasa yang ada, Hidupmu dan hidupku begitu lama terpisahkan huu, Kita berjanji kan selalu tuk bertemu kembali yeah

( Rocket Rockers – Reuni)


Lampu Dari kejauhan memantul ke mata, berbaris rapi namun lama-lama Seakan tak beratutan, Maklum sudah sore, sebuah gambaran penat ibukota di setiap hari. Jalan Memang bertambah sedikit, namun kendaraan dari Pabrikan menyerbu, mengepung tiap sudut, hingga menimbulkan kemacetan. Yah, kemacetan, sebuah sarapan untuk buruh migran yang menyapa rejekinya fi sana, karena ibukota sekarang semakin kejam, mirip ibu tiri. Bayangkan saja, berjejalan di kereta, angkot, Metromini, busway, hingga jalan raya, adalah makanan pokok, pil pahit, namun tak membuat jera siapapun, bahkan tetap saja menjadi kemilau, walaupun sudah sangat padat, bersesak, menghirup udara bercambur karbon monoksida, demi sesuap nasi *maklum nasi disuap, bukan dicentongi.

Tanah-tanah rawa mulai berubah bentuk menjadi gedung-gedung tinggi, hamparan luas kebun berubah menjadi pusat perbelanjaan, dan jomblo-pun berubah status menjadi laku, seiring berjalannya waktu hehe. Saat melewati tempat-tempat tertentu penuh cerita, kini perlahan telah berubah bentuk, namun, cerita tetap kekal abadi.

Sungai, berhamburan, menumpahkan isi dari mulai kasur, celana dalam, pampers, kayu, plastik hingga romantika hidup. Ah, sudah mulai Coklat, seperti kopi susu, plus bau menebar luas bagi pengendara yang persis menghampiri atau melewati, hingga jika terbiasa mencium bau anehnya, tak pernah komplain hingga iri, karena memang sudah makanan sehari-hari.

Semua berlalu begitu cepat, hingga kita melebar atau meninggi ( lebar ke samping, tinggi ke atas) dalam postur kita. Dari awalnya botak hingga Pitak, dari rambut panjang hingga pake selendang ( cucok cyin), atau dari jenggot selembar hingga mirip fachry Albar, transformasi hidup itu mengubah pola pikir kita, hingga kedewasaan kita. Namun, masa lalu kita, masih bisa kita imajinasikan dan kita bicarakan, sekedar melepas penat hidup, apalagi jika melihat cicilan *hehe, curcol.

Masa Indah itu bernama sekolah. Yah, mungkin orang-orang yang pernah memakan bangku sekolah (serem sih bangku dimakanin), setuju dengan statement di atas. Kalo enggak setuju, berarti masa-masa sekolah loe kurang asyik, betul gk? Hehe.

Memory ini kembali ke awal masuk sekolah, bertemu teman pertama, mengingat nama-nama guru kesayangan hingga guru killer, mengingat cem-ceman, mengingat masa bolos sekolah *ups, mengingat tempat nongkrong nostalgia, mengingat hal-hal gila, Bullyng dan pemalakan, hingga hal tragis bernama penolakan, hingga keributan yang timbul akibat adanya penolakan cinta tersebut *wes-wae, sadis ini hehe.
Coba jawab pertanyaan ini,

  1. siapa orang yang kamu kenal pada hari pertama sekolah dulu?
  2. Siapa cem-ceman kamu, hingga kamu semangat sekolah?
  3. Siapa guru yang memotivasi kamu, hingga sekarang membekas?
  4. Siapa teman kelas yang berkesan?
  5. Siapa yang mengingatkan akan Kebodohan-kebodohan kamu?
  6. Apakah kamu merasakan cinta monyet?
  7. Bagaimana rasanya ketemu cem-ceman?
  8. Dimana kamu nongkong?
  9. Kenapa kamu memilih dia, yang membuat kamu tergila-gila namun dia biasa saja?
  10. Kapan kamu ingin bertemu kembali dan bercerita semua tentang itu?

Pertanyaan nomor sepuluh, akan terus menjadi misteri, karena kita tidak tahu pasti kapan hal itu bisa kita ulangi.

Perkembangan teknologi canggih, yang membuat orang tanpa perlu bertatap muka, mendatangi jauh, hingga mempertemukan dan memulai hal Lala untuk terulang adalah sebuah tools yang bisa dimanfaatkan untuk menceritakan semua. Namun, yang istimewa adalah kapan bisa bertemu kembali?

Reuni,

Mungkin bakal jadi salah satu obat rindu , agar bisa bertemu. Siapkah mental, terutama yang pernah punya kisah cinta yang kelam, tanpa perlu pamer-pameran, tanpa perlu ada gengsi, tanpa perlu ada hinaan hingga cucian *waduh bahaya ini, esensi dari semua adalah silaturahmi, agar komunikasi bisa tetap terjaga, membuka cakrawala baru tentang hidup, hingga bertukar kisah, adalah manfaat lain. Hingga akhirnya, siapa tau ada jodoh tersisa untuk yang belum dipertemukan. Karena terkadang jodoh itu dekat, bisa saja teman lama jadi teman hidup. Uhuy hehe.

Reuni: kapan kita kemana?

Jangan cuman kumpul pas nikahan aja ya hehe.

NB= berlaku untuk teman SD hingga kuliah hehe

Walau hidup terus berjalan, mendapatkan sahabat yang baik dan gila adalah sebuah anugerah indah tersendiri. Terlebih, menjadikan abadi semua hal seru, hingga haru, selanjutnya berkenan di hati hingga ajal menanti


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s