#VoluntripChallenge #day2 #sepekanbercerita 



Emang bener banget ya, law of attraction itu Ada, buktinya, kena boomerang buat menjawab pertanyaan yang menurut saya rada panjang buat jawabnya plus mesti menyiapkan tisu untuk sekedar mengingat pahitnya hidup ( karena sambil minum kopi pahit hehe), sebagai bagian dari pembelajaran tiada henti sampai Allah SWT bilang, ” hei kamu, ini waktunya pulang. Masa aktifmu di dunia akan segera berakhir”.


Oke, lets beginning. Tiap orang, karena Memang sebagai hamba, pasti pernah merasakan kecewa, dihina, ditipu, dikhianati, ditolak gebetan *lho, semoga gak di luar konteks dan Hal buruk lainnya. Dari titik tersebut jua, kita memulai langkah, karena skenario Allah SWT adalah script terbaik di dunia.

Sama seperti orang deso lainnya, saya tak banyak bermimpi tentang apapun kelak. Karena toh, kami mesti sadar diri, financial support, akses, fasilitas dan lain sebagainya adalah jurang ketimpangan yang sekarang sedang tren, sehingga bisa sekolah pun adalah sebuah anugerah yang Allah berikan. Jauh dari hiruk pikuk persaingan, hidup tentram hingga drama-drama, suara jangkrik jadi saksi dari lentera/lampu templok yang diambil maling semalam, karena semalam kami tidur terlalu nyenyak, hingga tak sadar, lentera/lampu templok raib digondol maling. Sial memang!! Listrik jadi barang mewah waktu itu, karena belum sampai ke desa kami.

Sekolah negeri adalah pilihan utama, Karena Memang selain biayanya terjangkau, juga Ada banyak beasiswa tentunya, beasiswa Tabanas, perusahaan swasta Hingga Dari beberapa Yayasan. +

Pertanyaan yang sama pada semua orang setelah Lulus SMA ada tiga, yaitu:

1. Kuliah

2. Kerja

3. KUA ( nikah maksudnya ).

Tak pernah terlintas untuk kuliah, beberapa tawaran SNMPTN undangan ( ketahuan kan baru banget Lulus hehe) dari UGM, Undip, UNS, UNJ pun harus ikhlas sampai Tahap seleksi awal, Karena tidak cukup uang untuk daftar. Tidak terpikir masuk ITB, UI juga. Sehingga alternatif lainnya adalah sekolah kedinasan. Pun nasibnya sama, gagal juga, Sandi Negara ( tahap kedua) & Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran sampai tahap akhir, namun gagal. Rencana Allah maha baik, mungkin jika lolos saya sudah gentayangan sambil nulis ( karena terkenal dengan senioritas).

 Sempat beberapa bulan Down, cibiran pun datang, tiap hari datang, sempat berniat gantung diri di pohon toge hingga mengurung diri, seakan tak berguna, hingga akhirnya ada kabar gembira dari Alfamart, belanja puas harga pas. Saya ikut seleksi dari 1000 orang, akhirnya justru saya yang tak niat mendaftar lolos dan ikut pelatihan selama seminggu. Move on memang susah, karena melihat teman-teman lain sudah kuliah sesuai jurusan, saya terkurung dalam 2000 item barang yang mesti dihafal dan mesti tau perbedaannya.

Pelatihan berakhir dan ini saatnya saya bergerak, melupakan semua mimpi tentang programming atau berkecimpung dengan larutan & senyawa kimia serta tabel Mendeleyev maupun melihat gugusan bintang dengan rasi bintang, mulai dengan menyapu lantai & halaman toko, display barang hingga stok opname, mencari selisih yang menjadi perselisihan hehe, karena endingnya gaji mesti dipotong.

Gaji pertama sengaja disisihkan untuk daftar tahun selanjutnya, kado untuk orang tua & beli sesuatu yang spesial, iya Hape Esia kebanggaan dari hasil keringat sendiri. Masya Allah, itu Hape masih terbayang sampe sekarang, karena dijual buat beli formulir hehe. Priceless 😍😍.

Sempat ditanya, ” emang mau kuliah Mbie?”, tanya seorang kepala toko

“Insya Allah Pak, saya pengen lanjut, kalo memungkinkan sambil kerja”

” oke, selamat berjuang”, lantangnya Pak kepala toko ini. Malam hari diisi dengan latihan soal Matematika & Fisika, ya karena dua mata pelajaran yang dianggap lekat dengan teknik komputer, iya, jurusan yang penuh algoritma, hingga anak pun dinamai penemu algoritmanya hehe.

Hal yang menggelitik saat kerja di Alfamart adalah saat ditanya perbedaan pembalut oleh mbanya. Ya kali ijk pernah pake cyinn 😂😂, jurus baca sekilas pun bisa meyakinkan. Benar-benar menguji kejantanan ijk, maklum Entong, kalo ada paparazzi, bahaya. Apalagi buzzer bayaran, hancur reputasi hehe.

Singkat cerita, beberapa bulan kerja ( hampir enam bulan kemudian), berbekal uang tabungan kerja, plus bantuan orang tua, daftar lagi ke STT Telkom, di terima di jurusan Informatika. Masalah pertama datang, tidak ada biaya, akhirnya mesti mengikhlaskan semuanya. Kemudian, Banting stir karena salah beli formulir & terjeblos di jurusan Akuntansi, setelah diterima, bingung karena tidak ada gambaran sama sekali. Selamat datang di Bandung, terima kasih telah mewarnai & memulai rencana hidup. ( Bersambung ).

Lesson Learnednya adalah move on emang susah, berjuang juga tidak seenak bacaan di blog ini, ikhlas itu berarti benar- benar memutuskan dan melupakan semua serta rejeki datangnya dari Allah SWT. Asalkan yakin, semua bisa terjadi.

Dihina, dicibir, dicaci, bukan hal baru. Rasulullah saja yang dijamin masuk surga, masih pernah diperlakukan hal yang sama.
Pelajaran hidup memang tak dapat di kampus atau sekolah. Berkumpul dengan orang-orang positif setidaknya membawa diri untuk terus bisa bermimpi. Hal-hal baru bisa kita ketahui, setelah planning terbaik Rabb kita.

Perjuangan sama halnya dengan jodoh, yaitu mesti terus memantaskan dan terus berjuang. Jangan putus semangat, apalagi putus rem, bisa bahaya hehe. Mending putus cinta, daripada putus rem. Putus cinta masih bisa move on, putus rem, wallahualam.

Karena bangkit itu,

Mengikhlaskan.

Ditulis dari #Esia Hidayah.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s