Refraksi : Jumpa lagi, jumpa saya kembali


 

Lampu dan Lilin, sama-sama menerangi

 

re·frak·si /réfraksi/ n Fis penyimpangan arah rambat gelombang, msl dr gelombang cahaya atau bunyi, pd batas dua medium yg berbeda sifat optisnya; pembiasan;

( Kamus Besar Bahasa Indonesia )

Lama sudah tak mencoret kembali, sok sibuk dengan urusan dunia, berjibaku sebagai seorang bapak baru yang mesti banyak penyesuaian dengan kehadiran anggota baru, yang jelas secara otomatis menambah semangat baru karena biaya investasi baru ( investasi masa depan 🙂 ) , pada frekuensi yang sama, iya, frekuensi yang membosankan dengan rutinitas harian hehe *peace ah.

Keadaan yang saya anggap statis karena mesti memacu lajur hampir 100 km per hari , pada setiap perenungan perjalanan, kok mau ya setiap hari begini hehe, maksudnya timbul pertanyaan , ” Kapan mandiri dengan punya usaha sendiri? , ujar saya”. Aamiin ya Allah, semoga doanya dikabulkan, karena mumpung masih hujan, doanya semoga mustajab jadi profesional aja hehe.
Berjibaku dengan proposal yang tak kunjung usah, harapannya sih tahun ini lulus. Aamiin.

Realitanya sekarang masih mesti pulang malam tiap hari. Hisyam gimana responsenya jika sudah dewasa, ketika saya terus begini ? Hehe, sudahlah, Alhamdulillah semua dinikmati dengan baik. Jadi cerita awal hanya bumbu-bumbu saja, agar ada padananan rasa hidup yang maksimal, nano-nano, berwarna dan pasti penuh arti. Bukan berarti pula dijadikan indikator tak bersyukur.

Bertemu dengan orang yang berbeda setiap hari, melintasi pasar-pasar, kepadatan penduduk, para Anker ( anak kereta), pengguna transport online, penikmat transportasi konvensional ( bajaj, angkot, bus), hingga pemandangan futuristik tentang moda transportasi masa depan, Mass Rapid Transport hingga Light Rapid Tranaportation adalah warna tersendiri dalam menikmati perspektif hidup yang berbeda. Tak terlalu monoton apalagi monokrom, kita jadi bisa berempati sehingga apapun kondisi kita nantinya, bisa merasakan versi orang lain.

Melihat desak-desakan masuk ke KRL sehingga yang mau turun tertutupi, bangku prioritas yang diduduki anak-anak muda, makan dan minum yang jelas dilarang tapi tak dihiraukan, biker yang terkena jebakan Batman karena ketemu Pak Pol *eh, maksudnya karena dokumen-dokumen dan persyaratan tak lengkap, urban pengguna bajaj yang fokus memegang masker, karena di depannya ada Metromini, ibu-ibu komplain karena yang merokok di angkot hingga tindak-tanduk copet sebagai oportunis, iya, karena selalu mencari celah di tiap kelengahan orang. Wajah-wajah suntuk, melengkapi cerita malam.

Bagai kopi yang pahit, gula yang manis, garam yang asin, cuka yang asam dan buah yang ranum, semua punya rasa hidup berbeda. Iya, benar sekali. Sesekali saya amati, bapak-bapak sibuk dengan gacoan mereka di Pilkada namun sambil main catur, hingga sampai permainan belum selesai berebut paham tentang jagoannya, Pak satpam KRL yang makan dengan alakadarnya, namun nikmat Masya Allah, anak-anak milenial yang terkena ekstasi gaya hidup, sesekali mengupload tempat wah padahal mesti puasa sebulan, pasukan orange yang gesit dalam menjalankan tugasnya hingga penghuni rumah gerobak yang mengerutkan dahi, pertanda Dimana lagi akan tinggal mengingat harga rumah yang tak terjangkau, sampai-sampai anak-anak kecil merokok dengan syahdunya, tanpa ada pengawasan orang tua hingga berkelakar dengan hal-hal binal. Ya, semua punya rasa dalam hidup yang berbeda.

Sesekali saya Teringat dengan masa kecil dulu, Dimana ” No Free Lunch” berlaku, artinya tidak ada sesuatu yang diminta tanpa perjuangan. Ini tentang kaos bola, iya tepat sekali. Sedang boomingnya Seri-A Liga Calcio membawa saya ke euforia penggemar ikut-ikutan. Iya karena belum paham benar tentang rules dan policynya. Suatu ketika saya ingin kaos bola tersebut, namun orang tua saya memberikan tantangan yang sangat sulit, mesti juara kelas. Jelas saat itu posisi saya sebagai Medioker, Dimana dapat rangking saja sudah syukur, karena posisi terbaik hanya runner up, namun seringnya di peringkat sepuluh ke atas. “Wow, ini mustahil, cetus saya”. Semesta selalu mendukung, karena di Al Quran pun tersirat pada surat Yaasin. Dengan upaya keras, mengurangi jam main, menambah jam belajar, Alhamdulillah ternyata saya hanya bercokol di peringkat empat. Tidak buruk lah, tapi target belum tercapai. Baju bola belum saya dapat, pada catur Wulan berikutnya saya coba maksimalkan, Alhamdulillah baju bolanya berhasil saya dapatkan. Mukjizat sekali sepertinya hehe.

Pelajaran berharga memang, refraksi akan timbul jika ada medium cahaya diberi rambat sehingga kemudian membias. Begitu juga hukum sebab akibat. Karena masalah dunia bukanlah masalah yang tidak bisa diraih, kecuali memang semuanya adalah Aksioma, karena mau tidak mau kita mesti turut ikut serta mengikuti flow yang ada.

Melihat dunia dari sudut biasa memang membosankan, tapi jika kita teliti dari segi lainnya ternyata sangat berwarna. Menikmati peran baru yang ekstra waspada karena Hisyam terkadang bangun malam untuk ganti popok, pada beberapa kondisi saya sanggup bangun, namun untuk hal-hal yang bikin “kekeboan” terjadi, istri saya yang juara, karena selalu siap siaga dalam merawat Hisyam. Mengajak bermain di kala libur, meskipun hanya sekedar tidur-tiduran dan mengajak Hisyam bernyanyi, saat pulang malam Hisyam bangun dan mengajak main, ataupun Keadaan Dimana saya mesti menahan ego, contohnya saat makan, Hisyam pup serta menyuci kain Hisyam yang terkena pup, muntah adalah langkah pertama, jika terbiasa, ternyata tak ada masalah berarti.

Alhamdulillah atas semua nikmat yang telah diberikan. Jika jarang bersyukur benar adanya bahwa memang kita mahluk Kufur. Tak ada salahnya saling mengingatkan untuk kebaikan. Karena sebenarnya itu adalah reminder terhadap diri kita sendiri.
Salam lestari,

Eh lupa mie instan bumbu Rendang belum dimakan. Kuy ah, nikmati. Kita punya perspektif berbeda dalam hidup. Jadilah diri kita sendiri !

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s