Karena FALSE tak pernah SALAH: Voluntrip Round 4


” Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak

( Prabowo Subianto) “

Setelah bergelut dengan waktu, akhirnya waktu itu tiba, Voluntrip Round 4. Tempat ke empat setelah Banten, Bogor ( Barat) , Purwakarta dan kembali lagi ke Bogor ( Timur). Menambah teman baru, memang tagline saya tiap harinya, tujuannya apa? Banyak lah, networking, perpanjang silaturahim hingga jadi jasa Mak comblang. Potensi yang belum Terakomodir, mengingat jumlah jomblo dalam perekonomian signifikan sekali terhadap pertumbuhan ekonomi. Sehingga jika mereka mulai move on, perekonomian akan tumbuh berkembang, seiring berkurangnya kebaperan, minder hingga perlakuan tak menyenangkan karena Bullyng jomblo. Masalah serius memang, karena di SDGs masuk ke point 17, yaitu Partnerships for the Goals *ngarang kalo yang ini. Bisa jadi konotasinya sama, goalsnya KUA *eaaaa.

Seleksi dilakukan hampir dua minggu, komposisi Single, jomblo, dan yang available mendominasi karena berjumlah 97,5 %, sisanya adalah sudah Taken & double. Tak masalah karena probabilitas untuk ikut kegiatan semakin tinggi. 17 April 2017, pengumuman tiba, akhirnya 30 relawan terpilih dari ratusan CV pendaftar. Kombinasi dari tenaga medis dan non medis ( medis 18 %, sisanya 82 % non medis), dianggap sebagai kombinasi sempurna untuk gelaran voluntrip kali ini yang Concern ke pendidikan, kesehatan dan sedikit pemberdayaan. Acara kali ini meliputi Aksi Layanan Sehat, Zona Inspirasi Pendidikan, Pembuatan kerupuk rambak ( bukan Jambak 😂) dan tetap diakhiri dengan jalan-jalan cantik dan ganteng, bukan trip cuco.

Persiapan menuju hari H, memang bikin dag-dig-dug-syer- aha-aha, karena beberapa panitia belum approval cuti, termasuk saya 😂😂. Alamak, macam mana awak tak pusyiang, sudah direncanakan beberapa bulan, kalo tak ikut, tak elok lah. Beberapa kekhawatiran mulai datang, peserta yang belum kunjung fiks, cuaca yang mulai musim hujan, hingga panitia yang fiks untuk ikut belum nampak hilalnya, membuat rasanya seperti kopi, pahit, seiring waktu dan dinikmati, kopi pun memberi arti, bahwa hidup mesti ada pilihan, putih atau hitam, tidak ada abu-abu, kecuali untuk oportunis.

Hari itu, 5 Mei 2017, waktunya tiba. Thanks God Its Friday, adalah ucapan lumrah sekalian rasa syukur, terutama untuk yang pengen libur atau fakir liburan seperti saya, tugas2 sementara dihold, kecuali tugas sebagai kepala rumah tangga 😂. Bahaya kalo di hold juga kalo urusan dapur hehe.

Akhirnya peserta yang fiks hanya 26 orang, karena satu orang lagi gugur saat mobil akan berangkat. Melihat wajah-wajah penuh semangat, sebenarnya adalah nilai plus sendiri. Seakan gelombang-gelombang positif memancar, bak presentasi MLM, awalnya terpana, selanjutnya terserah Anda hehe. Kami kedatangan tamu istimewa dari berbagai tempat, delegasi dari institut gajah duduk, plus ex pengajar muda Indonesia mengajar, dokter-dokter dari Universitas Stasiun Balapan, Universitas Mpek-mpek dan Universitas Salemba Empat, peserta lainnya random, ada yang dari universitas jatinangor, institut dramaga bogor, sekolah tinggi akuntansi Bintaro, universitas negeri Ciputat, Institut Teknologi Sukolilo, Poltekes Kesehatan, Sekolah Farmasi Kota Hujan, Depok University dan sebaran lainnya ( mohon maaf kalo ada yang belum tersebutkan).

Meeting point dilakukan di Cawang, karena aksesnya mudah dijangkau. Bayangkan kalo di Bekasi, mungkin mesti sewa Apolo dulu *kabuur. Tepat pukul tiga sore berangkat. Ada hal yang menarik, dua orang ditinggalkan karena melebihi rentang waktu yang ada. Karena False tak pernah salah, jadi berat hati atau tidak, shock theraphy sesekali kita coba. Karena Pak sopir Sudah menunggu lama, tidak lucu saja kalo dua tronton disuruh push up karena telat *bukan diklat prajab ya 😂😅.

Cuaca hari itu panas sekali, sama seperti panasnya hati yang tersiram jeruk nipis atau melihat mantan gebetan jalan dengan yang lainnya. Sekitar 33 derajat, lumayan cukup untuk membuat keringat dan mengeringkan jemuran. Namun, perlahan setelah berangkat berubah menjadi hujan. Alhamdulillah. Agak curiga memang, karena bisa jadi ini adalah akumulasi doa dari para jomblo agar hujan di Sabtu malam a.k.a malam minggu, padahal hari itu sih Jumat. Debatable memang hehe. Yawdah lah ya jangan dibahas.

Perjalanan yang biasa ditempuh 4-5 jam karena macet, bisa ditempuh dengan hanya 3 jam, adalah berkah lain karena menggunakan tronton ini. Maklum saja, pertanyaan awal peserta yang pertama kali naik mengapa mesti naik tronton, terjawab otomatis, karena plus dengan sirine, yang jika di dengar menimbulkan hal syahdu, karena sistematis bunyinya, namun sedikit horror karena melihat salip-menyalip di jalur neraka ( Jalur Cileungsi-Jonggol).

Lokasi kampung baru

Tiba di lokasi sekitar pukul 17:53 Waktu Indonesia Jonggol. Tujuan kami adalah Kampung Baru desa Sukasirna. Kenapa sukasirna? Karena jika suka kamu terlalu mainstream, apalagi yang sering ditolak. Suka = perasaan suka, mencintai, hati bergetar dan berdebar, sirna = menghilang, tepat memang, karena sepi dan membuat galau sirna, karena ditemani relawan kece.

Setelah terangkut pick up yang diguyur hujan yang mesra, iya mesra karena rintik-rintik, coba kalo hujannya gundul 😂😂. Melewati jalan sempit lalu sepi, akhirnya semua berkumpul tepat pukul 18:30. Dinginnya hujan perlahan mengingatkanku pada sesuatu yang dirindukan, ia telah lama menemani, ia pula yang masih ada di hati hingga kini, Indo*ie, Karena perut memang keroncongan.

Setelah melihat jarum jam berdetak, kemudian berlanjut Bounding peserta, dengan inisial yang dijadikan key untuk pengambilan sertifikat selanjutnya. Ada yang wow, hujan, donat, asik, ajip, awesome, omg, zonk (gol), Doraemon, dll. Sampai pukul 10, kemudian peserta ke homestay untuk berbaur dengan warga. Tak banyak memang penduduk kampung baru ini, karena hanya 150an Kepala Keluarga. Setelah briefing panitia sekitar jam 11an, masih ada peserta yang di jalan karena tidak ikut rombongan awal. Jarak dari Kuningan- Sukasirna yang hampir +60 km bukan masalah buat salah satu peserta ini. Sebut saja peserta keren. Karena mesti berjibaku dengan macet, walau akhirnya sampai tujuan mesti larut pagi, bukan malam lagi hehe.

Disitulah asyiknya dunia kerelawanan yang penuh cerita berkesan, Dimana hari bukan hari yang biasa, Dimana waktu menjadi momen indah, Dimana silaturahim bisa terjaga, Dimana visi bisa disatukan bersama, Dimana ego dan akal sehat kadang dikesampingkan, plus hal-hal menarik setelah mempelajari satu dengan yang lainnya. Teori flat earth terbantahkan di sini, karena dunia tidak monoton dan datar, melainkan berwarna dan dinamis.

Bertemu dengan orang baru, dengan berbagai latar background pendidikan, sudut pandang, berbagai profesi, berbagai daerah, punya mimpi besar, punya satu visi, punya keinginan yang sama untuk bisa berkontribusi hingga cerita-cerita hidup yang keren adalah berkah tersendiri, apalagi nantinya jadi sah Gara2 jadi relawan.

Untuk menambah kekecean Anda, berikut ini adalah Tips perkenalan ala relawan agar makin banyak teman: 

  1. plis, jangan nanya umur karena jika diterapkan di negara Eropa, hal ini tidak sopan. Cukup dengan Sandi, misalkan: dulu masih cawu apa semester, ebtanas, UAN atau UN dan UMPTN/Sipenmaru, SPMB atau SNMPTN, bisa kita ketahui rentang baby boomers, generasi X, Y ( milenial), Z hingga generasi alpha.
  2. Plis, hargai status. Misalkan jangan Bully jomblo menahun yang beralih ke Single fiisabilillah, karena semua ada waktunya, waktu di Bully atau waktu membully.
  3. Plis, walau Kepo. Kita mesti tau adab dan tatakrama, sekaligus tau sedikit geografi. Sebagai contoh percakapan A & B berikut: A: kakak asalnya dari mana? B: saya dari Parigi Moutong A: oh deket sama Bekasi dong ya B: 73629!:@/(!;”:$/03$
  4. Usahakan jangan tanya background kuliah, misalnya: 1 : kakak dulu kuliah jurusan apa ? 2: Alhamdulillah jurusan tata boga 1: oh, sekarang kerja di resto mana 2. Alhamdulilah kerja di salah satu bank konvensional 1: nah loh, kok bisa? 2: karena Passionnya ketemu nasabah 😂
  5. Jangan kebanyakan kode. Misalkan: A: ayah kamu tukang gula ya? B: emang kenapa? A: soalnya cocok banget jadi temen kopi B: maksud loh mau ngehina bapak gue? A: &;$/)/9262728

NB: apalagi ada hal-hal yang tidak berkenan, ojo dumeh yo gengs. Hanya untuk hiburan belaka. Sengaja tidak menggunakan nama sebenarnya karena risiko royalti, apabila ada kesamaan waktu, kejadian dan peristiwa, bisa jadi acaranya emang sama. Karena False tak pernah salah, maka true belum tentu seutuhnya benar. 
_cerita bersambung!!

Cerita bersambung ini didedikasikan untuk: panitia&peserta yang kece dan keren.

#voluntrip #voluntripround4 #1hari1kebaikan #dompetdhuafavolunteer @dd_volunteer @dompetdhufa


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s