Skema Ponzi : Sejarah, Skema, Sistem Kerja & Tips-tips agar Terhindar dari Investasi Bodong


PONZI
Piramida Ponzi ( sumber : Google)

SEJARAH

Skema Ponzi, sederhananya, adalah modus investasi palsu yang menyediakan keuntungan bagi investor dari uang investor gelombang selanjutnya. Dari situ, jargonnya yang terkenal adalah “Rob Peter to pay Paul”, yang berarti untuk membayar seseorang, pengguna skema Ponzi hanya akan menggunakan uang dari investor lainnya.
Bisnis ini baru akan kolaps ketika tidak ada lagi investor baru, yang membuat aliran dana baru habis dan pemakai skema Ponzi tak lagi bisa membayar investor-investor sebelumnya.

Sejarahnya Ponzi sendiri sudah berawal hampir 100 tahun yang lalu. Ponzi diambil dari nama Charles Ponzi, orang yang diyakini pertama kali menggunakan skema piramida tersebut untuk mencari keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya. Di tahun 1920 di New England, Amerika Serikat, Charles Ponzi menjanjikan kepada investor untung sebesar 40 pence dalam 90 hari untuk investasi senilai 5 pence saja. Pada orang-orang tersebut, Ponzi menjelaskan ia berencana memperoleh untung dari memanfaatkan perbedaan suku mata uang antara dolar dengan mata uang lain. Ia berjanji akan membeli perangko internasional di satu negara dan menjualnya di negara lain dengan harga yang lebih mahal untuk memperoleh untung. Janji manisnya tersebut sukses besar. Pada Mei 1920, ia telah mengumpulkan 420 ribu dolar AS –yang apabila dihitung dengan inflasi saat ini akan bernilai 5,13 juta dolar AS. Di bulan Juni, orang-orang telah menginvestasikan 2,5 juta dolar AS. Di awal bulan Juli, Ponzi menerima jutaan dolar per minggunya. Di akhir Juli, ia bahkan menerima satu juta dolar per harinya.

Pada akhirnya, ketika usaha penipuan Ponzi tersebut telah menemukan titik jenuh dan jumlah uang dari investor baru tak sebanyak uang yang harus dibayar ke investor yang sudah ada, bisnisnya kolaps. Dan ketika Ponzi diselidiki, ia hanya pernah membeli perangko senilai 30 dolar saja.

Mengenal Skema Ponzi

Jika Skema Ponzi tidak diberhentikan oleh pihak berwenang, Skema ini akan hancur oleh beberapa alasan :
  1. Promotor menghilang, dan mengambil sisa uang yang diinvestasikan (di luar uang yang telah dibayarkan pada investor sebelumnya) ;
  2. Karena Skema ini memerlukan investasi berkesinambungan untuk membiayai keuntungan yang lebih besar, ketika investasi ini melamban, skema ini akan mulai runtuh karena promotor kesulitan untuk membayar keuntungan yang dijanjikan. Krisis likuiditas ini sering menyebabkan kepanikan seiring dengan semakin banyaknya permintaan kembali uang mereka ; dan
  3. Pengaruh Pasar Eksternal, seperti ketika terjadi kejatuhan ekonomi (seperti kasus Skandal Madoff ketika resesi 2008), menyebabkan banyak investor menarik kembali sebagian atau seluruh dana mereka.

(baca juga :  Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan )

Ciri-ciri Skema Ponzi

  1. Investasi tinggi kembali dengan sedikit atau tanpa risiko . Setiap investasi membawa beberapa tingkat risiko, dan investasi menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi biasanya melibatkan lebih banyak risiko. Jadilah sangat curiga terhadap setiap “dijamin” peluang investasi. Seringkali pelaku memberikan penawaran keuntungan yang melewati batasan kewajaran. Perlu menjadi catatan bahwa rata-rata return / keuntungan yang ditawarkan oleh jenis investasi reksadana saham (dalam golongan beresiko tinggi) hanya sebesar 15-16% pertahunnya. Sementara itu, sebagian besar pelaku skema ponzi akan menawarkan keuntungan kepada calon nasabahnya sebesar 30-50% (bahkan bisa mencapai 100%) dalam jangka waktu 1-4 bulan saja. Jauh melebihi sistem bunga konvensional di perbankan.
  2. Kembali terlalu konsisten . Nilai investasi cenderung naik dan turun dari waktu ke waktu, terutama yang menawarkan potensi manfaat tinggi. Menjadi tersangka dari investasi yang terus menghasilkan teratur, hasil positif terlepas dari kondisi pasar secara keseluruhan.
  3. Investasi yang tidak terdaftar . Skema ponzi biasanya melibatkan investasi yang belum terdaftar otoritas keuangan (regulator) negara. Pendaftaran penting karena menyediakan investor dengan akses ke informasi penting tentang manajemen, produk perusahaan, jasa, dan keuangan.
  4. Penjual tanpa izin . Undang-undang sekuritas federal dan negara membutuhkan profesional investasi dan perusahaan mereka untuk dilisensikan atau terdaftar.Kebanyakan skema Ponzi melibatkan individu yang tidak berlisensi atau perusahaan yang tidak terdaftar.
  5. Rahasia dan / atau kompleks strategi . Menghindari investasi Anda tidak mengerti, atau yang Anda tidak bisa mendapatkan informasi lengkap, adalah aturan yang baik.
  6. Masalah dengan dokumen-dokumen . Jangan menerima alasan tentang mengapa Anda tidak dapat meninjau informasi tentang investasi dalam menulis. Juga, kesalahan laporan rekening dan inkonsistensi mungkin tanda-tanda bahwa dana tidak sedang diinvestasikan seperti yang dijanjikan.
  7. Kesulitan menerima pembayaran . Curiga jika Anda tidak menerima pembayaran atau mengalami kesulitan cashing investasi Anda. Perlu diingat bahwa Ponzi skema promotor rutin mendorong peserta untuk “roll over” investasi dan kadang-kadang berjanji kembali menawarkan pengembalian yang lebih tinggi pada jumlah berguling.

 

Sistem Kerja

Di bulan Juli 2017, pelaku berhasil mengumpulkan dana dari nasabah awal sebesar 1 Milyar Rupiah. Maka, dibulan Agustus 2017, pelaku harus menyediakan dana sebesar 1,5M (1M dana awal nasabah; dan 0,5M sebagai keuntungannya). Apabila dana tersebut berada dalam penguasaan pelaku investasi yang sesungguhnya, dana tersebut akan dikelola kedalam bentuk investasi yang dijanjikan dan kemudian keuntungannya akan diberikan kepada para nasabah. Namun, para pelaku skema ponzi tidak pernah melakukan tersebut; kalaupun ada dana yang dimasukkan, besaran dananya relatif kecil.

Langkah yang diambil pelaku penipuan skema ponzi untuk menyediakan keuntungan tersebut adalah dengan menghimpun dana yang jauh lebih banyak dari calon-calon nasabah baru. Di bulan Agustus 2017, pelaku mampu mengantongi dana dari nasabah baru sejumlah 2M. Dana tersebut kemudian dikurangi 0,5M untuk dibayarkan kepada nasabah awal sebagai keuntungan investasi. Nasabah awal yang telah mendapatkan keuntungan kemudian akan mempromosikan usaha dari pelaku penipuan ini kepada teman-temannya; yang kemudian justru mempermulus langkah pelaku kedepannya.

Maka, di akhir bulan Agustus 2017, total dana yang berada di tangan pelaku skema ponzi adalah sebesar 3M. di bulan selanjutnya, pelaku harus menyediakan dana sebesar 1,5M sebagai keuntungan dari Nasabah awal dan nasabah baru di bulan Agustus 2017.

Apabila pelaku telah sampai pada tahapan ini, maka langkah selanjutnya yang akan diambil pelaku adalah terus mengumpulkan dana dari nasabah baru dibulan-bulan selanjutnya, untuk melunasi keuntungan pada nasabah sebelumnya. Dan akan berlangsung terus-menerus.

Namun, apabila pelaku tidak dapat lagi menghimpun dana dari calon nasabah baru, maka skema ponzi akan hancur karena pelaku tidak mampu membayarkan keuntungan pada nasabah sebelumnya dan para nasabah tersebut akan mengalami kesulitan untuk menarik dananya dari pelaku. Pada tahapan ini, biasanya pelaku akan segera melarikan diri dan membawa seluruh dana yang berhasil dihimpunnya dari nasabah-nasabahnya.

Skema Ponzi Terbesar

madoff.JPG
Bernie Madoff, dihukum 150 tahun penjaradan denda USD 17.179 Milyar( sumber: Guardian)

Di tahun 2009, Bernie Madoff dihukum penjara 150 tahun karena terbukti menjalankan salah satu skema penipuan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Dan sampai detik ini, hanya sebagian kecil dari korban penipuannya yang telah mendapatkan ganti kerugian yang penuh karena perbuatan Bernie. Memanfaatkan reputasinya di bidang investasi dan sebagai pemodal terkemuka, Bernie Madoff berhasil meyakinkan ribuan investor untuk menyerahkan dana mereka (yang kebanyakan berasal dari tabungan pensiun dan modal usaha mereka) dengan janji memberikan keuntungan yang stabil serta tetap bagi nasabahnya. Dia akhirnya ditangkap pada bulan Desember 2008 dan dihadapkan dengan 11 dakwaan penipuan, pencucian uang, sumpah palsu, dan pencurian. Hasilnya, 65 miliar dolar dana investor tersapu. Angka itu berarti lebih dari setengah dari cadangan devisa Indonesia.

Mengapa para investor itu begitu percaya kepada Madoff?

Dalam sebuah investasi, kepercayaan dan reputasi adalah hal yang mutlak. Bernard Madoff alias Bernie Madoff pada awalnya memiliki kedua hal itu. Kepercayaan itu diraihnya berkat perusahaan investasi yang dirintisnya.

Bernard Madoff, kelahiran New York, 29 April 1938 mulai mendirikan perusahaan investasinya pada 1960. Bermodal 5.000 dolar hasil tabungannya selama bekerja, plus 50.000 dolar pinjaman dari keluarganya, Madoff dan istrinya, Ruth Alpern mendirikan Bernard L. Madoff Investment Securities, LLC.

Perusahaan Madoff menjanjikan tingkat imbal hasil yang bisa besar dan bisa dipertanggungjawabkan. Kliennya pun secara cepat meluas karena imbal hasil besar yang menyebar dari mulut ke mulut. Para pesohor seperti Steven Spielberg, Larry King, hingga Kevin Bacon, serta lembaga keuangan besar akhirnya ikut “menitipkan” uangnya kepada Madoff. Hingga akhir 1980, perusaaannya menangani lebih dari 5 persen volume perdagangan di New York Stock Exchange.

Kepercayaan investor semakin besar karena Madoff juga berperan besar dalam merintis Nasdaq. Ia juga pernah duduk di national Association of Securities Dealers dan menjadi penasihat untuk Securities and Exchange Commission untuk perdagangan surat berharga.

Ketidakberesan terkait investasi Madoff mulai terendus pada 2008. Ketika para investor memberi tahu anak-anak Madoff yang juga menjadi pengurus perusahaan bahwa Madoff berencana memberikan bonus jutaan dolar lebih awal dari jadwal. Para investor ingin tahu dari mana uang itu berasal. Menyadari adanya ketidakberesan, di tengah suasana krisis yang sedang melanda di Amerika, para investor kemudian berbondong-bondong menarik dananya. Sayangnya, uang sudah tidak ada dan Madoff tak bisa mengembalikan dana mereka.

Madoff akhirnya mengakui bahwa salah satu cabang perusahaannya sebenarnya melakukan Skema Ponzi. Ia ditangkap pada Desember 2008. Madof dikenakan 11 tuntutan. Setelah melalui serangkaian proses di pengadilan, Madoff akhirnya diganjar 150 tahun penjara.

Di Indonesia, kasus penipuan berkedok Skema Ponzi ini juga cukup marak. Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kerugian dari kasus investasi bodong di Indonesia minimal sebesar Rp45 triliun. Ini merupakan dana nasabah yang tersangkut di berbagai investasi bodong maupun investasi yang masuk kategori mencurigakan. Sejauh ini, OJK sudah menerima 2.772 pengaduan masyarakat terkait investasi bodong.

Beberapa kasus investasi bodong yang cukup terkenal adalah GBI yang menghanguskan uang investor hingga Rp1,2 triliun. Ada pula kasus koperasi Cipaganti dengan kerugian hingga Rp3,2 triliun. Termasuk juga First Travel yang hangat pada akhir-akhir ini dengan tanggungan dana dari nasabah sebesar Rp967 miliar.

Tips-tips agar terhindar dari Skema Ponzi

Jika sudah banyak yang tergiur dengan skemanya, diperlukan rasionalitas dan jangan lupa untuk mengecek informasinya pada situs Otoritas Jasa Keuangan. Jangan mudah tergoda dengan bunga tinggi, karena perbankan saja tidak setinggi itu returnya. Waspadalah !

  • Ketika Anda mempertimbangkan peluang investasi berikutnya, mulai dengan lima pertanyaan-pertanyaan ini:
  • Adakah penjual berlisensi?
  • Adakah investasi yang terdaftar?
  • Bagaimana risiko dibandingkan dengan manfaat potensial?
  • Apakah saya mengerti investasi?
  • Dimana saya bisa berpaling untuk bantuan?

*Dirangkum dari berbagai sumber

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s