Buah Jatuh, (mungkin tidak) jauh dari pohonnya


Hisyam & the Trolley Company

Teringat dengan beberapa pelajaran dulu, tentang asal usul gravitasi bumi yang terkenal itu. Menurut suatu cerita, ketika itu Newton sedang duduk santai di taman rumahnya dan memperhatikan sebuah apel yang jatuh dari pucuk pohon. Tiba-tiba saja timbul insiprasinya bahwa jika gaya gravitasi Bumi bekerja pada pucuk pohon, dan bahkan pada pucak gunung, maka gaya gravitasi Bumi tentu saja dapat bekerja pada bulan. Berdasarkan ide gravitasi Bumi inilah Newton dengan bantuan dan dorongan sahabatnya Robert Hooke (1635 – 1703) menyusun hukum gravitasi umumnya yang sangat terkenal.

 

Hukum gravitasi umum Newton berbunyi sebagai berikut:

Gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik menarik yang besarnya berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.

Besar gaya gravitasi dapat ditulis dengan persamaan matematis:

Dengan      F12 = F21 = F = besar gaya tarik menarik antara kedua benda (N)

G = tetapan umum gravitasi

m1 = massa benda 1 (kg)

m2 = massa benda 2 (kg)

r = jarak antara kedua benda (m)

Tiga hal yang perlu anda perhatikan jika menggunakan hukum gravitasi umum Newton, yaitu:

1 benda dianggap berbentuk bola seragam atau berupa partikel (titik materi) sehingga r adalah jarak pisah antara kedua pusat benda

2 garis kerja gaya gravitasi terletak pada garis hubung yang menghubungkan pusat benda m1 dan pusat benda m2

3 F12 adalah gaya gravitasi pada benda 1 yang dikerjakan oleh benda 2 (disebut aksi); F21 adalah gaya gravitasi pada benda 2 yang dikerjakan oleh benda 1 (disebut rekasi). Jadi F12 dan F21 adalah dua gaya yang bekerja pada benda yang berbeda, sama besar, dan berlawanan arah (termasuk pasangan aksi-reaksi).

Tenang-tenang, saya tidak akan membahas Fisika mendalam , tapi teringat dengan ” buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”.

Setidaknya penggambaran fisika di Atas sedikit mewakili, Karena pengaruh gravitasi, buah tidak akan pernah jatuh ke atas, melainkan bakal jatuh ke bawah. Jatuh ke samping Rumah tetangga mungkin saja, bahkan dicuri kelelawar saat malam Hal biasa, tapi buah yang selalu di hati, itu hanya pemanis romansa saja, Karena gombalan semata.

Pepatah mungkin bisa tidak akurat, Karena probabilitas tak sempurna 99,99%. Tapi, secara umum adalah hasil generalisir dari modus-modus yang terakumulasi, Hingga menghasilkan premis-premis yang mendekati kebenaran temporer.

Singkat cerita, ini tentang Hisyam hehe. Akhir-akhir ini saya malah jadi korban Bully Hisyam. Mulai korban cakaran, gigitan, tendangan, tunjukkan, diremas, dipanjat, dijambak, dilangkahi, dipeperin makanan, dikentutin, hingga kadang diberi pup istimewa yang diselingi oleh ketawa usilnya. Plus kekepoan yang sepertinya menular.

By the Way, pernah suatu ketika bibir saya sampe biru akibat kena benturan kakinya, hingga bagai pesakitan yang kena bogem mentah. Alamak, adek rasa-rasanya mau lapor ka Seto saja atas semua kekerasan ini 😅😅.

Ibunya sudah terbiasa menjinakkan si anak aktif ini. Kerjaannya tiap hari mengacak-acak kontrakan kami. Untung saja tak seluas Buckingham, hingga Hisyam leluasa merondang kesana dan kemari, serta tertawa *macam lagu Akad Payung Teduh.

Saat makan tiba, highchair bukan pakem resmi untuk ia makan. Karena seorang jiwa bebas, dia malah tak suka makan di bangku khas bayi ini. Inginnya makan sambil merangkak bebas sambil berdiri, diiringi ocehan mantra yang mungkin menyinggung agar ayahnya cepet lulus sekolah *baper hehe, sambil ketawa khas usil-nya.

Rasa-rasanya, saya merasa kembali ke masa kecil dulu, di saat yang sama (mungkin) saya juga lebih aktif dan 11-12 macam Hisyam ini. Libur dua hari terasa satu bulan, jika dalam kondisi tak sehat mengamati Hisyam beraksi. Vertigo tak kunjung sembuh yang ada hehe.

Totally, seru dan menimbulkan banyak tawa serta banyak decap kagum. Spirit anak kecil yang tak kenal lelah dan energik, setidaknya menjadi semangat sendiri bagi kami orang tua baru, Dimana anak kami hidup dan berkembang di masanya. Generasi Z, yang berbeda dengan generasi milenial.

Fase tumbuh kembangnya, mau tidak mau menambah ‘pendzaliman baru’, terutama saya yang sering jadi korban kekerasan Hisyam hehe sekaligus teman tidur tetangganya. Ibunya, sudah terbiasa dengan perlakuan usil Hisyam. Hingga pernah membuat Hisyam hanya bisa mimi di satu sisi, karena tongkang miminya digigit saat tumbuh gigi.

Akan ada perlakuan apalagi terhadap saya?

Pastinya, hal apapun yang dia lakukan kepada saya, bisa jadi hukum kausalitas, yang pernah juga saya lakukan kepada Ummi saya. Hukum keturunan memang kuat

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya

Arti peribahasa :

1 Sifat anak tidak jauh berbeda dengan Ayah atau Ibunya

2 Hal yang menurun dari leluhurnya pasti akan ada kemiripannya dengan orang tuanya

 

 

Yuk, tetap doakan hal yang terbaik untuk orang tua kita!! Karena bahagia itu menular, sama seperti rindu.

 

Senyum kita kini, bisa jadi adalah senyuman kasih sayang ibu dan ayah kita 10-20-30 hingga xx tahun sebelumnya.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s