Bangun dari Keterpurukan


“Banyak yang jatuh, tapi memilih menyerah. Sebagian lagi memilih untuk menyalahkan keadaan, hanya sedikit yang mau dan mampu untuk bangkit.Karena hidup tidak bisa pause, tapi harus tetap berjalan”

_mbiesap

Sepertinya sudah beberapa purnama, saya sudah jarang update blog versi ala-ala ini. Sedikit ragu, banyak rindunya, karena seperti banyak sekali yang akan dan mau ditelurkan, namun terkendala aktivitas duniawi yang menghampiri *eaa. Alhamdulillah masih punya kesibukan ya gengs

Berjuang , untuk memperjuangkan yang dianggap bisa diperjuangkan

Sesuai dengan prinsip ekonomi, pilihan dan pengorbanan akan selalu menjadi mata rantai tak terpisahkan, beberapa orang menyebut dengan istilah opportunity cost. Secara harpiah, mengandung arti biaya kesempatan. Kesempatan ini akan hilang dan berubah menjadi satu pilihan yang kita putuskan. Oleh karena itu hendaknya Anda mengambil kesempatan tersebut dengan hal yang memiliki nilai sebanding atau lebih banyak.

Terlepas dari berhasil atau gagal, itu bukan urusan kita, hak kita hanya sampai ke level berusaha maksimal.

syubidu-bidu-mbae

Salah satu hal yang tidak bisa kita hindari ketika menjadi manusia dewasa ini adalah realita untuk memilih. Mengapa harus memilih? ya, karena memang kita mesti memutuskan sesuatu, karena keterbatasan kita tidak melakoni semua dalam satu waktu. Bukan seperti Naruto yang punya Jurus Bayangan, atau bisa dicloning, kita, mau tidak mau, suka tidak suka, ya, mesti memutuskan pilihan itu. Terlepas dari berhasil atau gagal, itu bukan urusan kita, hak kita hanya sampai ke level berusaha maksimal.

Mesti memilih bangun pagi atau lebih siang, memilih jenis moda transportasi, memilih jenis pekerjaan hingga memilih pasangan hidup, semuanya ada yang mesti dikorbankan, tak pelak beberapa kasus, berakhir tragis dimulai dari kegagalan, trauma hingga yang ekstrim bunuh diri. Naudzubillah sebenarnya, tapi faktanya di negara maju, hal ini menjadi lumrah. Karena memang bukan fisik saja yang perku sehat, mental pun sama.

Momentum bangkit seiring dengan pandemi Covid-19 yang masih belum juga mengalami puncaknya. Bagai sebuah kurva, masih stochastic sekali, belum keliatan kapan level tertinggi.

Mungkin di bawah ini adalah tips-tips untuk bangkit dari keterpurukan;

1. Bangun

2. Kalo masih Jatuh, bangun lagi

3. Kalo masih jatuh, bangkit lagi

4. Kalo masih jatuh, terus bangun

Begitu seterusnya repetisinya agar kita terus sadar, bahwa saat kita berjalan dulu pun, kita tak pantang menyerah. Jiwa pantang menyerah ini juga dilengkapi dengan suplemen doa ( doa orang tua, doa kepada yang Maha Kuasa, agar bisa melalui dengan mudah.

Saya percaya, selain semua beban memang sudah sesuai porsi kita, yakinilah berarnya kita berjuang menandakan kita memang akan naik. Jadi tetap semangat para pejuang ( pejuang skripsi, thesis dan sejenisnya, pejuang mahar, pejuang keluarga dan semua pejuang-pejuang yang memang terbiasa di jalur perjuangan.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s