Siapkan diri untuk “Bekerja Bersama #UbahJakarta”


6460.JPG
KRL, salah satu Transportasi andalan dalam mengurangi kemacetan ( foto: dokumentasi pribadi)

Sebagai Ibukota Negara, Jakarta selalu jadi magnet tersendiri bagi setiap warga lainnya untuk datang dan menyambanginya. Bagai seorang kekasih hati, keberadannya selalu menjadi rindu yang menggunung, sehingga dengan alasan apapun orang nekat untuk menginjakkan kaki di Jakarta.

Data keluaran terbaru dari Tom-tom, sebuah perusahaan GPS terkemuka, menyebutkan Jakarta sebagai salah satu kota termacet di dunia. Ada di posisi tiga besar tepatnya, setelah Meksiko dan Bangkok.  Jakarta juga masuk sebagai kota nomor satu paling macet seperti dalam hasil studi Castrol pada 2015 lalu. Bukan prestasi mentereng sebenarnya, melainkan sebuah cambuk untuk terus berbenah.

Kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan belum mampu untuk mengurangi kemacetan, seperti: kebijakan 3 in 1, pembatasan kendaraan bermotor, hingga skema pengenaan ganjil dan genap dalam rangka mengurangi intensitas kendaraan yang masuk ke Jakarta. Moda-moda transportasi-pun ditambah, seperti Revitalisasi Trans Jakarta ( Busway), Feeder Busway, Trans Jabodetabek hingga Jabodetabek Connect. Lama kelamaan jika terus terjadi, akan terus menyebabkan kerugian. Data dari Dishub DKI tahun 2016  menyebutkan angka kerugian akibat kemacetan ditaksir pada kisaran Rp 150 Trilyun. Wow dan Fantastik, jika dikonversi bisa untuk pembangunan prasarana jalan, kesehatan dan pendikan, bukan?

Data dari Masyarakat Transportasi Indonesia pun menyebutkan fakta yang lumayan miris, dimana pengguna transportasi publik hanya 24%, karena alasan tidak aman, mahal hingga moda transportasi yang belum terintegrasi. Sebuah Pekerjaan Rumah yang menantang untuk dipecahkan bersama ( stakeholder, operator dan pengguna jasa).

Mengubah Kebiasaaan Lama, Beralih ke Transportasi Publik

Para peneliti di Universitas Stanford menggunakan data menit per menit dari 700.000 orang yang menggunakan Argus–aplikasi pemantau aktivitas–pada telepon seluler mereka. Hasilnya, orang-orang di Hong Kong menempati urutan teratas dalam daftar penduduk paling rajin berjalan kaki. Rata-rata publik Hong Kong berjalan kaki sebanyak 6.880 langkah setiap hari. Adapun penduduk paling malas sedunia adalah orang Indonesia yang berada pada posisi terbuncit dengan mencatat 3.513 langkah per hari.

Perlahan sebenarnya tren menggunakan transportasi  umum meningkat, terutama pengguna moda Kereta Rel Listrik ( Commuter Line). Data dari PT KCJ, Tercatat, pada Senin (8/5/2017), jumlah penumpang KRL tembus di angka 1.014.631, dengan angka penumpang 950.000 orang. Hal ini seiring dengan program perpanjangan rangkaian dengan mengoperasikan KRL yang memiliki formasi 12 kereta (SF12) per rangkaian serta rangkaian KRL dengan formasi 8 kereta (SF 8) terus dikurangi dengan merangkai ulang sejumlah KRL yang terdiri dari 8 kereta menjadi rangkaian dengan formasi 12 kereta dan 10 kereta.

Perjalanan panjang dimulai dari hal kecil, perubahan besar diawali dari akumulasi kesadaran kecil yang konsisten dan masif, Ayo Menggunakan Transportasi Publik.

Saatnya Mulai Beralih ke MRT

Data dari Jakarta MRT menyebutkan, Kemajuan proyek MRT Jakarta fase 1 secara keseluruhan telah mencapai 76 persen (data per 31 Juli 2017), yang terdiri dari kemajuan proyek stasiun layang 64 persen dan stasiun bawah tanah 88 persen. Kurang dari 2 tahun lagi masyarakat Indonesia sudah bisa menikmati pilihan transportasi baru. Kehadiran MRT akan mengubah wajah Jakarta, dan Indonesia pada umumnya.

Penelitian dari Maimunah dan Profesor Shinji Kaneko menyebutkan bahwa menerapkan kebijakan campuran bisa menjadi cara yang efektif untuk mengubah masyarakat Perilaku bergeser dari mobil atau sepeda motor ke MRT. Melaksanakan penghapusan subsidi Bahan Bakar Minyak atau penetapan harga jalan selalu menurunkan Utilitas komuter dengan mengendarai mobil atau sepeda motor. Apalagi, kebijakan bersama diimplementasikan baik, penetapan harga jalan maupun subsidi penghapusan Bahan Bakar Minyak , memberikan dampak yang lebih tinggi untuk mengurangi utilitas komuter. Selain itu, dengan menawarkan angkutan umum baru, MRT, 75,8% dari

Penumpang ingin beralih menggunakan MRT untuk bepergian ke rencana saat ini atau layanan yang lebih baik. Alternatif yang dipilih dengan memperbaiki layanan MRT harus menyediakan tempat parkir di stasiun MRT karena alternatif parkir selalu tersedia memberikan manfaat yang lebih tinggi untuk penumpang. Para komuter akan beralih menggunakan MRT jika biaya operasional penggunaan mobil atau motor sangat mahal seperti yang disebabkan oleh pencabutan  subsidi BBM dan penetapan harga jalan bersama. Lebih dari 75% penumpang mobil dan motor akan beralih menggunakan MRT, Dan koefisien variabel ini signifikan secara statistik. Dengan menerapkan penetapan harga jalan dan menghapus subsidi BBM, hal itu akan terjadi menghambat pengguna kendaraan pribadi khususnya para penumpang motor. Dalam hal variabel demografis termasuk dalam model dan Variabel kontrol lainnya, ada beberapa hasil signifikan antara penumpang mobil dan motor.

Hal lainnya yang perlu dijadikan pertimbangan adalah ketepatan waktu dan harga tiket yang terjangkau, karena perbandingannya adalah sebanyak pengeluaran pribadi untuk penggunaan motor atau mobil per pengguna.

Sudah siapkah untuk mencoba hal baru dan kebiasaan baru, dengan menggunakan transportasi publik? Siapkan diri untuk “Bekerja Bersama #UbahJakarta”?

Jawab saja dengan kesungguhan hati: ” Saya siap untuk bekerja sama #ubahJakarta. Karena kalo bukan kita sendiri yang menikmati fasilitas publik, siapa lagi? Kalo bukan kita yang mengubah kebiasaan hidup siapa lagi?

Rasa-rasanya sudah tidak sabar menunggu dua tahun lagi untuk ikut merasakan sensasi MRT yang sebenarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s