Hujan di Bulan Desember 


 
” Aku selalu Suka selalu, hujan di Bulan Desember, hujan di Bulan Desember
– Efek Rumah Kaca

Penggalan lagu di atas, sarat selalu akan makna karena Ada kata kunci yaitu suka selalu. Suka selalu bisa berarti sangat suka bahkan bisa dibilang pengen banget kali ya. Namun kira-kira mengapa? Hingga ada lagu Desember Rain, Mawar Bodas hingga Wanita berkalung sorban *gk nyambung hehe.
Kenapa Desember ?

Jika melihat prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Desember adalah awal dari puncak hujan hingga beberapa bulan ke depan. Hingga sebagian wilayah di pelosok tanah air, tersebar rata hingga terkadang berlebih sehingga menyebabkan banjir musiman, hingga siklus dan menjadi sebagian ladang rejeki untuk sebagian orang. Yups, dari bencana, tetap saja ada hukum cost and Benefit, Dimana masih ada yang diuntungkan dan dirugikan. Terlepas dari semuanya, hujan adalah bagian dari setiap cerita tersendiri.

Hujan di bulan Desember berlangsung secara tidak biasa, merata, lama dan hampir berlangsung tiap hari. Sehingga perkakas yang berhubungan dengannya mesti benar-benar disiapkan sebaik mungkin, seperti payung, Jas hujan, sepatu anti hujan, cover Rain untuk tas hingga bersiap melupakan kenangan di tengah derasnya hujan. Karena bisa jadi menimbulkan nostalgia tersendiri, bahkan ada probabilitas untuk terjebak nostalgia dalam hujan *oalah.

Bagi profesi yang berhubungan dengan hujan, mesti disiasati dengan mencari alternatif lain. Sehingga bisa menjadi maklum, karena pengaruh cuaca yang tak menentu ada yang dirugikan. Berikut ini adalah profesi-profesi yang mesti sementara mengalah di musim hujan

  1.  Pawang hujan, karena hujan di bulan Desember adalah salah satu kemungkinan dengan peluang hujan tertahan sedikit. Jasa pawang hujan akan tergeser sementara dengan sendirinya.
  2. Tukang es, untuk musim hujan. Omzet penjualannya secara natural akan berkurang, karena tubuh butuh kalori. Sehingga es yang berhawa dingin akan dihindari sementara waktu, seperti dinginnya hati kamu. Iya dingin banget, tak berbicara 😂😂.
  3. Tukang Bersih kebun, akan sulit jika cangkul yang digunakan saat hujan. Karena tanah yang tercampur dengan air akan lebih sulit jika dibandingkan dengan tanah kering. Sehingga saat mulai memulai cangkulan pertama dan selanjutnya, tanah lebih “empuk” disapa oleh cangkul. Tapi beban semakin berat, karena tanah yang digali atau dibersihkan tadi sudah bercampur dengan air. Sedikit kemungkinan, karena ladang juga hujan. Tidak efektif jika memang tetap dilakukan, seperti beratnya hidup namun kita tetap mengeluh. Tidak ada solusi yang akan muncul, malah masalah baru bisa jadi muncul.
  4. Tukang gali sumur, karena akan menganggu jalannya gali-gemali lubang. Karena lambat laun malah akan menjadi kubangan. Namun untuk zaman seperti sekarang ini, bisa digantikan oleh tukang Sumur bor, meskipun tanpa menggali tanah rig dan penggalian lubang tidak Seperti zaman dulu.

Seperti hukum cost and Benefit tadi, bagi sebagian profesi akan merasa diuntungkan karena mendapat berkah tersendiri di kala hujan mulai menjadi musim

  1.  Ojek payung, akan mendapat rejeki Nomplok pertama karena tatkala hujan orang enggan direpotkan oleh payung. Beneran!! Karena berbagai faktor muncul, seperti tidak mau terlihat lemah karena bawa payung, gengsi, lupa bawa, tidak punya payung yang portable hingga memang tidak punya payung beneran. Terlepas dari semuanya, pelaku industri yang rata-rata pada di rentang usia muda terlihat sumringah sekali seperti katak bertemu hujan atau ketika kesan pertama ketemu gebetan, senyum semangat hehe.
  2. Tukang makanan berdasar hangat, seperti tukang gorengan, tukang bajigur, bandrek, kopi, tukang mie/Warung mie instan dan semacamnya. Karena memang perlu kehangatan, bukan perlu perhatian hehe. sambil merenungkan nasib misalkan atau sekedar berhenti sejenak untuk mengisi energi dan perut agar otak dan omongan sinkron. Karena tak bisa dipungkiri, kita kadang bego saat lapar dan rese kalo kenyang.
  3. Abang ojek, bajaj dan angkot akan naik omzetnya. Karena beralih transportasi dari kendaraan pribadi yang membuat macet, kemudian dengan prinsip ingin tidak ribet. Akhirnya beralih ke alternatif lain, semacam move on kalo anak abegeh sekarang bicaranya.
  4. Penyanyi lagu galau, karena hujan di Desember ini berlangsung lama dalam satuan waktunya, terkadang laper membuat baper. Sehingga untuk sebagian orang yang agak baper, lantunan lagu galau semacam katalis tersendiri untuk melepas segala gundah gulana galaunya, hingga serasa film dengan soundtracknya, sehingga cerita menjadi terdramatisir jadinya hehe.

Dan masih sangat banyak lagi di luaran sana, sehingga bagaimanapun hujannya semoga membawa keberkahan alam semesta.

Bulan Desember, merupakan bulan terakhir dalam kalender Masehi. Bulan pembagian nilai raport atas kinerja selama setahun ke belakang beserta proyeksi dan ekspektasi ke depan tentang hal-hal yang akan diraih dan sedang dipersiapkan untuk diraih. Karena doa di kala hujan, merupakan akumulasi doa untuk harapan-harapan yang cita-cita yang ingin terkabul :
اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً

“Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].”
Hujan di bulan Desember,

Adalah waktu hujan seperti bulan-bulan hujan lainnya.

Hujan di bulan Desember,

Adalah kinerja atas prestasi setahun.

Hujan di bulan Desember,

Adalah awal dari puncak hujan dan awal dari puncak impian dan harapan kita agar mimpi dan harapan bisa terwujud.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s